Antisipasi Perlambatan Ekonomi, Mendagri Minta Dana Desa Segera Dibelanjakan

Antisipasi Perlambatan Ekonomi, Mendagri Minta Dana Desa Segera Dibelanjakan
UANG | 18 Februari 2020 20:32 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian meminta semua pihak mewaspadai perlambatan ekonomi global akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China hingga penyebaran virus Corona. Sebab, hal ini bisa memberi tekanan ekonomi nasional bagi Indonesia.

"Kita belum merasakan kepanikan publik. Bayangkan semua negara seperti di Hongkong, Jepang, Singapura merasakan kepanikan sampai-sampai borong masker. Kita belum, masih oke, mungkin karena daya tahan kita bagus, iklim tropis bagus," kata Tito Karnavian saat menghadiri acara Rapat Kerja Percepatan Penyaluran Dana Desa di Holy Stadium, Grand Marina Bay Semarang, Selasa (18/2).

Untuk mengantisipasi tekanan ekonomi global, desa-desa di Indonesia harus diperkuat. Caranya, dengan memaksimalkan dana desa senilai Rp72 triliun yang sudah mulai ditransfer langsung secara bertahap ke 74.953 desa se-Indonesia.

"Begitu kita transfer, secepat mungkin dibelanjakan dalam satu bulan, dua bulan, tiga bulan ini. Itu antisipasi ketika dampak tekanan ekonomi sedang bergerak dan berjalan akibat virus korona dan juga perang dagang Amerika-China," jelasnya.

Dia menjelaskan, China merupakan raksasa ekonomi dunia. Sementara, Indonesia termasuk salah satu negara yang bergantung dengan produk-produk dari negeri tirai bambu tersebut. "Barang-barang mesin, tekstil, buah-buahan, dan macam-macam kita impor dari Tiongkok. Tapi kita juga ekspor banyak ke sana mulai masalah garmen, produk pertanian," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Pendampingan

Mulai tahun ini pencairan dana desa langsung ditransfer dari Pemerintah Pusat ke rekening desa. Namun, yang menjadi masalah, 60 persen kepala desa di Indonesia merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas ke bawah.

Maka dari itu meminta Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan para Camat agar bisa menjadi konsultan karena ada kepala desa yang masih belum paham soal administrasi pemerintahan atau pertanggungjawaban keuangan.

"Saya minta Camat dan aparat penegak hukum berperan mengarahkan Lurah. Kasih tahu agar dana desa benar-benar dimanfaatkan jangan diselewengkan," tutup Tito. (mdk/azz)

Baca juga:
Virus Corona Picu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Anjlok ke 4,7 Persen
Pernah Selamatkan RI dari Krisis, UMKM Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Virus Corona Hingga Pemilu AS Pengaruhi Ekonomi Indonesia Tahun Ini
Emil Salim: Pembangunan Daerah Kunci Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen
Indonesia Bisa Contoh Jepang Manfaatkan Bonus Demografi di 2030
Freeport Janjikan Kapasitas Produksi Kembali Normal di 2022

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami