AP II Beberkan 5 Game Changer Transformasi Industri Bandara

AP II Beberkan 5 Game Changer Transformasi Industri Bandara
ilustrasi bandara. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/NicoElNino
EKONOMI | 18 Agustus 2021 11:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin membeberkan 5 game changer dalam mentransformasi industri bandara udara (bandara). Di mana teknologi baru dan kapabilitas menjadi sebuah konsep game changer industri bandara di masa depan.

"Ada satu yang kemudian sangat ekplisit bahwa new technology dan capabilities menjadi sebuah konsep game chargers airport Industry di masa depan," kata Awaluddin dalam Indonesia Smart Airport Forum 2021 (ISAF 2021), Rabu (18/8).

Adapun lima game charger tersebut di antaranya differentiated airports yaitu posisi strategis yang lebih jelas dari masing-masing bandara. Kedua, bandara sebagai tujuan belanja; ketiga, logistik dan e-commerce; keempat, Airports city yaitu pengembangan sisi terpadu bandara.

Kelima, connected airports yaitu transformasi digital bandara yang terhubung untuk efisiensi dan pengalaman pelanggan yang unggul. Termasuk manajemen fasilitas, manajemen arus penumpang, kolaborasi pemangku kepentingan, dan manajemen lalu lintas dan landasan pacu. Di mana connected airports ini termasuk dalam pengembangan teknologi baru dan kapabilitas.

"Kalau kita lihat disini program transformasi kita pada saat kita set up 5 tahun yang lalu sangat diwarnai dengan ide besar ini. Jadi, ide mentransformasi infrastruktur sistem operasi kita dalam sebuah pemahaman untuk meningkatkan customer experience dan meningkatkan operating efisiensi di bandara, dan mengkolaborasikan antar stakeholder," ujarnya.

Di samping itu, setelah memahami 5 game chargers tersebut, Awaluddin menyebut AP II mulai bertransformasi menuju next airport 4.0 yang memiliki 3 tujuan utama, pertama, mendorong customer experience atau pengalaman pelanggan.

"Improving customer experience, jadi menyempurnakan bagaimana kita melayani pelanggan. Topik ini menjadi sebuah isu besar kemudian menjadi fokus kita membenahi bandara dalam transformasinya," ujarnya.

Kedua, AP II melakukan increasing operating efficiency yaitu memangkas operasi bandara; Ketiga, business enhancement yakni mengembangkan peluang yang diambil dari kapabilitas infrastruktur yang kemudian bisa membuat sebuah bisnis baru.

"Komitmen inilah yang kemudian dituangkan dalam dokumen strategis perusahaan, bagaimana antara komitmen dan konsistensi itu sudah kita rangkai, visinya kita tetapkan the best smart connected Airport operator in the region, jadi itu sudah masuk dalam visi," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Syarat Baru Terbang Naik Pesawat: Penumpang Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi
Pengelola Bandara Batasi Orang Asing Masuk Indonesia
9 BUMN Kolaborasi Layanan Terintegrasi di Bandara, dari Parkir Inap Hingga Lounge
Bandara Soekarno-Hatta Wajibkan Validasi Dokumen Kesehatan Digital, Begini Caranya
Layanan Vaksinasi Covid-19 di Bandara Soekarno Hatta Kini Dibuka 24 Jam
Dukung PPKM Darurat Jawa dan Bali, Bandara Minangkabau Sediakan Sentra Vaksinasi
Simak Aturan Anyar di Bandara Selama Masa PPKM Darurat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami