APBN Tengah Tertekan Akibat Virus Corona, Bagaimana Nasib THR dan Gaji ke-13 PNS?

APBN Tengah Tertekan Akibat Virus Corona, Bagaimana Nasib THR dan Gaji ke-13 PNS?
UANG | 6 April 2020 15:25 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mengkaji ulang terkait pembayaran gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Pertimbangan itu dilakukan dikarenakan beban keuangan negara saat ini begitu besar akibat pandemik virus corona (covid-19).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pembayaran keduanya telah dikaji secara luas oleh pemerintah bersama dengan Presiden Joko Widodo. Mengingat, anggaran negara sejauh ini sudah digelontorkan besar kepada dunia usaha serta bantuan sosial untuk meredam dampak virus corona.

"Kami bersama Presiden Joko Widodo meminta kajian untuk pembayaran THR dan gaji ke-13 apakah perlu dipertimbangkan lagi mengingat beban negara yang meningkat," ujar Menteri Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama komisi XI DPR, di Jakarta, Senin (6/4).

Di sisi lain, penerimaan negara juga diproyeksi bakal mengalami kontraksi akibat kegiatan ekonomi yang mengalami penurunan di tengah pandemik. Oleh karenanya, pemerintah tengah membahas secara serius apakah kemungkinan pembayaran keduanya dapat ditunda atau dengan opsi lain.

Mengingat Bendahara Negara itu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai skema pembayaran gaji ke-13 dan THR kepada ASN apakah bakal dipangkas besarannya atau ditunda penyalurannya.

1 dari 1 halaman

Terjadi Pembengkakan Belanja Negara Akibat Corona

belanja negara akibat corona

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan jika terjadi pelebaran defisit maka secara otomatis akan merubah postur APBN secara keseluruhan. Di mana outlook pendapatan negara akan terkoreksi menjadi Rp1.760,9 triliun, atau lebih rendah jika dibandingkan posisi APBN 2020 yang sebesar Rp2.233,2 triliun.

Sementara posisi posisi belanja negara justru mengalami peningkatan. Dari posisi APBN sebesar Rp2.540,4 triliun, outlook terhadap belanja negara bisa menjadi Rp2.613,8 triliun.

"Dengan posisi tersebut maka outlook defisit bisa mencapai Rp853,0 triliun (5,07 persen dari PDB)," kata Menteri Sri Mulyani.

(mdk/bim)

Baca juga:
Menaker Ida Pastikan THR Kepada Pekerja Tetap Wajib Dibayarkan
Imbas Corona, Pemerintah Diminta Subsidi Pembayaran THR untuk Buruh
Pengusaha Usul Pembayaran THR Diundur Hingga Wabah Corona Berakhir
Meski Ada Corona, Buruh Minta THR Tetap Diberikan dan Utuh
Ekonom: Perusahaan Rugi Harus Tetap Bayar THR ke Karyawan
Terdampak Virus Corona, Pengusaha Minta Tunda Pembayaran THR Karyawan
Kondisi Pengusaha Hadapi Covid-19: Terancam Tak Mampu Bayar THR Karyawan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami