APII: Pelarangan Masuk RI 8 Maret Hanya untuk Penumpang Bukan Maskapai Penerbangan

APII: Pelarangan Masuk RI 8 Maret Hanya untuk Penumpang Bukan Maskapai Penerbangan
UANG | 7 Maret 2020 10:18 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan penangguhan (suspended) penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta sejauh ini hanya berlaku untuk rute dari dan ke China selama masih ada wabah Virus Corona (COVID-19). Sementara, APII menegaskan penerbangan rute internasional lainnya di Soekarno-Hatta tetap dioperasikan, baik oleh maskapai nasional maupun asing.

"Penerbangan dari Jakarta ke Seoul dan sebaliknya masih dioperasikan di Soekarno-Hatta," ujar President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin dalam siaran pers, kemarin.

Selain Korea Selatan, berdasarkan kebijakan terbaru pemerintah terkait perkembangan COVID-19 juga tidak melarang penerbangan dari dan ke Iran dan Italia. Sesuai dengan kebijakan pemerintah, mulai 8 Maret 2020, traveler yang dilarang masuk dan transit di Indonesia adalah mereka yang dalam 14 hari terakhir sebelum tiba di Indonesia melakukan perjalanan di sejumlah wilayah Korsel yaitu Daegu dan Gyeongsangbuk-do.

"Bagi traveler yang tidak dari kedua wilayah itu harus memiliki surat keterangan sehat yang valid serta dikeluarkan otoritas kesehatan di Korsel untuk bisa masuk atau transit di Indonesia," jelas Muhammad Awaluddin.

Bandara kelolaan PT Angkasa Pura II saat ini memang belum melayani penerbangan langsung ke Italia dan Iran. Namun, pemerintah juga tidak melarang penerbangan dari dan ke Italia serta Iran.

"Hanya melarang traveler masuk atau transit bagi yang dalam 14 hari terakhir sebelum tiba di Indonesia melakukan perjalanan dari sejumlah wilayah di Iran yaitu Tehran, Qom dan Gilan, serta di Italia yaitu Lombardi, Veneto, Emilia, Romagna, Marche dan Piedmont."

1 dari 1 halaman

Indonesia Larang Masuk dan Transit Pendatang dari Korea Selatan, Iran, dan Italia

masuk dan transit pendatang dari korea selatan iran dan italia

Pemerintah Indonesia akan memberlakukan larangan masuk dan transit bagi pendatang maupun wisatawan dari tiga negara atau bagi mereka yang melakukan perjalanan ke tiga negara dalam 14 hari terakhir. Tiga negara tersebut yaitu Iran, Korea Selatan, dan Italia.

Seperti diketahui, tiga negara tersebut tengah berjuang menghentikan wabah ini. Kasus virus corona di luar China paling banyak ditemukan di tiga negara tersebut.

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi menyampaikan kebijakan ini akan mulai berlaku pada Minggu (8/3) pukul 00.00 WIB. Dia mengatakan Indonesia terus memantau laporan perkembangan virus corona atau Covid-19 di dunia yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menlu menyampaikan, untuk seluruh pendatang atau traveler dari Iran, Italia dan Korea Selatan di luar wilayah tersebut, diperlukan surat keterangan sehat (health certificate) yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara.

"Surat keterangan tersebut harus valid (masih berlaku) dan wajib ditunjukkan kepada pihak maskapai pada saat check-in. Tanpa surat keterangan sehat dari otoritas kesehatan yang berwenang, maka para pendatang atau travelers tersebut akan ditolak untuk masuk atau transit di Indonesia," tegasnya.

Tak hanya itu, pemerintah RI juga akan mewajibkan para pendatang maupun pejalan dari tiga negara tersebut mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card). Kartu ini disiapkan Kementerian Kesehatan RI. Kartu tersebut antara lain memuat pertanyaan mengenai riwayat perjalanan.

"Apabila dari riwayat perjalanan, yang bersangkutan pernah melakukan perjalanan dalam 14 hari terakhir ke salah satu wilayah yang kami sebut tadi, maka yang bersangkutan akan ditolak masuk atau transit di Indonesia," kata Menlu.

Bagi WNI yang telah melakukan perjalanan dari tiga negara tersebut, terutama dari kota-kota dan provinsi tersebut, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan di bandara kedatangan. "Kebijakan ini bersifat sementara, akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan," pungkas Retno.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Mengenal Wuhan, Kota Pahlawan yang Kini 'Diserang' Virus Corona
Jika Dibutuhkan, Pemerintah China Siap Kirim Tim Medis Bantu Tangani Corona
Pulang Umrah, 2 Pasien Dalam Pemantauan Dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul
Pasien Ruang Isolasi RSUP Dr Sardjito yang Meninggal Sepulang Umrah Negatif Corona
Bahas Virus Corona, Sejumlah Diplomat Kenakan Masker
RS Swasta Diminta Periksa Gejala Pasien Sebelum Dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso
Bertemu Mendagri, Para Bupati Terus Redam Kepanikan Masyarakat Hadapi Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5