Apindo: Batas Bebas Bea Masuk Impor Rp40 Ribuan Memang Permintaan Pengusaha

UANG | 23 Januari 2020 15:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung penurunan batas bebas bea masuk menjadi USD 3 atau setara Rp40.900 pada 30 Januari mendatang. Dukungan tersebut didasari atas keadilan untuk persaingan dagang di Indonesia.

Dalam aturan PMK nomor PMK 199/PMK.04/2019, bea cukai menyesuaikan nilai pembebasan bea masuk atas barang kiriman dari sebelumnya USD 75 menjadi USD 3 per kiriman.

"Berkenaan nilai bebas penilaian dari USD 75 ke USD 3, memang merupakan permintaan dari pelaku usaha dalam negeri. Khususnya terkait dengan produsen dan pengrajin yang berdampak pada e-commerce khususnya bagi pengiriman, itu sangat besar pengaruhnya," ujar Ketua Apindo, Hariyadi B. Sukamdani, saat acara konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/1).

Selain itu, untuk pungutan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) diberlakukan normal. Kemudian Hariyadi menjelaskan bahwa pemerintah juga merasionalisasikan tarif dari semula berkisar 27,5 sampai 37,5 persen menjadi 17,5 persen.

Peraturan tersebut, kemudian Hariyadi jabarkan pada 27,5 sampai 37,5 persen termasuk antara lain jumlah bea masuk sebesar 7,5 persen, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen, Pajak Penghasilan (PPh) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebesar 10 persen, PPh tanpa NPWP sebesar 20 persen.

Selanjutnya pada tarif pengiriman menjadi 17,5 persen, dijabarkan dengan jumlah bea masuk sebesar 7,5 persen, PPN 10 persen dan PPh 0 persen.

1 dari 1 halaman

Murahnya Harga Produk di E-Commerce Dianggap Tak Adil

Hariyadi mengungkapkan murahnya produk impor di e-commerce mematikan pelaku usaha kecil dalam negeri. Hal inilah yang menimbulkan ketidakadilan.

"Jadi kalau misalnya rekan-rekan menikmati kemurahan harga dari laman e-commerce, ini yang dianggap tidak fair dalam kompetensi dari segi harga jualnya," tutur Hariyadi.

Berdasarkan data impor yang masuk ke Batam terkait pengiriman per paket (consignment note), pada 2017 sebanyak 6,1 juta kiriman. Pada 2018 meningkat menjadi 19,5 juta kiriman, dan 2019 dengan total 57,9 juta paket.

Hariyadi mengungkapkan 45 juta paket pada 2019 ditransitkan melalui Batam. Kemudian sebanyak 96,6 persen tujuannya untuk e-commerce.

Oleh karena itu, Hariyadi menuturkan, dukungan Apindo terhadap pengenaan bea masuk dan pajak impor barang luar negeri, semata-mata untuk menciptakan keadilan antara barang impor langsung dan transit melalui Batam. "Dari pengenaan impor itu sebenernya juga diimbangi oleh penyesuaian tarif impor sendiri."

Sementara untuk menjamin keberlangsungan industri di Batam, barang produksi Batam yang dikirim ke wilayah Indonesia lain tidak dikenakan bea masuk dan PPh, namun dikenakan PPN dalam negeri.

Reporter Magang : Nurul Fajriyah

(mdk/bim)

Baca juga:
5 Fakta Seru dalam Seminggu, Mulai Bea Impor USD 3 Sampai Penutupan IndoXXI
Produk UKM RI Terlindungi Saat Batas Bea Impor Menjadi Rp42.000 per Kiriman
Impor Buku Bakal Bebas Bea Masuk dan Pajak
Pemerintah Turunkan Ambang Batas Bea Impor Jadi USD 3 per Kiriman
Menteri Sri Mulyani Tak Tahu Permintaan Prabowo Hapus Bea Masuk Impor Alutsista
Tanggapan Menko Airlangga dan Mendag soal Uni Eropa Tetapkan Bea Masuk Biodiesel RI
Pemerintah Resmi Kenakan Bea Masuk untuk Produk Alumunium Foil Impor

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.