Apindo Sebut Investasi Merosot Jika Upah Buruh Terus Naik

UANG | 1 Mei 2019 16:58 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Ribuan buruh menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (1/5). Pada peringatan hari buruh ini, umumnya para pekerja meminta agar ada peninjauan ulang terhadap sistem pengupahan yang telah ada saat ini.

Jika membuka kembali jejak sejarah perjalanan Hari Buruh internasional dari waktu ke waktu, aksi besar-besaran yang digelar di beberapa negara termasuk Indonesia, pasti menyuarakan kenaikan upah. Persoalan mendasar ini seolah tak pernah terselesaikan.

Ketua Bidang Pengupahan Apindo Jakarta, Nurjaman menilai, investasi akan merosot jika upah minimal yang harus dibayarkan perusahaan terhadap pekerja atau buruh terus naik. Di Indonesia sendiri, upah buruh naik sekitar 8,3 hingga 8,5 persen setiap tahun.

"Kalau upah akan naik, ketentuan upah diubah lagi, investasi tidak ramah. Orang pasti lebih milih dagang daripada bikin industri," ujar Nurjaman kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (1/5).

Nurjaman mengatakan, pengupahan seyogyanya harus adil bagi semua pihak. Pemerintah sebagai regulator juga harus mendengar masukan dari pengusaha bagaimana kenaikan upah ini berdampak pada keberlangsungan usaha.

"Pasti pada mikir, mending saya beli barang dari luar barang impor lebih murah ketimbang bikin. Artinya upah lebih tinggi ke investasi, berpengaruh besar. Pasti orang mikir, kalau saya tanam di sini gaji sekian, berapa harus saya jual barang," jelasnya.

Untuk itu, kata Nurjaman, pengupahan buruh harus dilakukan berdasarkan produktivitas yang kemudian akan berdampak pada kinerja perusahaan. Dia meminta jangan sampai ambisi kenaikan upah buruh malah berdampak pada harga barang yang diterima masyarakat.

"Dengan upah buruh tinggi, biaya tinggi, maka daya beli masyarakat akan berkurang. Kenapa? Harga bahan kami juga jadi mahal. Bahan baku naik, harga upah naik, harga jual pun akan naik. Kalau harga jual naik, berapa masyarakat harus beli barang kami. Kasian masyarakat. Kalau daya beli turun, kami kurangi barang produksi, barang produksi turun, kami harus melakukan efisiensi karyawan," tandasnya.

Baca juga:
Pengusaha: Upah Buruh Naik, Produktivitas juga Harus Ditingkatkan
Tolak Aturan Pengupahan, Ini 3 Hal yang Jadi Tuntutan Buruh
KSPI: Presiden Jokowi Telah Setujui Revisi PP soal Upah Buruh
Kerja saat Pilpres, Pekerja Wajib Dapat Uang Lembur
BPS: Upah Riil Petani Turun 0,16 Persen di Maret 2019
KSPSI Dukung Jokowi Revisi PP 78 Tentang Pengupahan
Di Hadapan Buruh, Jokowi Janji Revisi PP Pengupahan dan Bangun Rumah Murah

(mdk/idr)