Aprindo Minta Penjelasan Ramayana Depok Terkait PHK Puluhan Karyawan

Aprindo Minta Penjelasan Ramayana Depok Terkait PHK Puluhan Karyawan
UANG | 9 April 2020 16:13 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) bakal memintai keterangan pihak manajer Store Ramayana City Plaza Depok terkait viralnya pemberitaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pegawainya.

"Kita akan minta data ataupun keterangannya. Semoga Senin (13/4) bisa rampung," kata Sekretaris Jendral Aprindo, Solihin, kepada Merdeka.com Kamis (9/4).

Solihin menduga, PHK dilakukan karena terhentinya aktivitas jual beli akibat ditutupnya sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah Jabodetabek menyusul penyebaran virus corona yang kian meluas. Ini tentu saja berdampak buruk bagi kondisi keuangan perusahaan Ramayana City di Plaza Depok.

Ironisnya, permasalahan tersebut muncul menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah yang seharusnya menjadi momentum emas bagi pelaku usaha ritel fesyen untuk meraup keuntungan di setiap tahunnya.

Solihin berharap, pelaku usaha ritel fesyen ataupun sektor usaha lainnya yang terdampak wabah corona untuk lebih mengatur ulang arus cash flow perusahaan guna meminimalisir risiko terjadinya kebangkrutan bisnis.

1 dari 1 halaman

PHK 87 Karyawan

karyawan rev1

Perlu diketahui, sebanyak 87 karyawan Ramayana di City Plaza Depok terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). PHK ini dilakukan karena ritel sudah tutup sejak 6 April lalu.

"Keputusan manajemen Ramayana di Depok tutup operasional," kata Store Manager City Plaza Depok, M Nukmal Amdar saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (8/4).

Nukmal menuturkan, pandemi virus Corona menyebabkan omzet penjualan menurun hingga 80 persen. Akibatnya, perusahaan tak mampu lagi menanggung semua biaya operasional. "Bukan hanya masalah penggajian karyawan tapi semuanya," ujar dia.

Akhirnya, perusahaan mengeluarkan kebijakan melakukan PHK terhadap 87 karyawan. Nukmal mengatakan, proses PHK telah sesuai dengan prosedur. Pihaknya lebih dulu memanggil 87 karyawan dan menjelaskan kondisi perusahaan pada 5 April 2020 kemarin.

"Iya secara sukarela. Meskipun berat kehilangan pekerjaan," ucap dia.

Saat ini, pihak perusahaan sedang mengurus kompensasi kepada 87 karyawan tersebut. Menurut Nukmal, seluruh karyawan yang terkena PHK akan menerima pesangon sesuai dengan haknya masing-masing.

"Kami akan bayarkan secepatnya juga," ujar dia. (mdk/idr)

Baca juga:
Pandemi Covid-19, Puluhan Karyawan Ramayana Cirebon Mall Kena PHK
Ramayana Depok PHK 87 Karyawan Akibat Covid-19
Jokowi Minta Pengusaha Tak Pecat Karyawan Saat Pandemi Corona
507 Karyawan Kena PHK Imbas Corona di Solo akan Ikut Program Kartu Pra Kerja
Dampak Corona di Bogor, 1.467 Pekerja Dirumahkan dan 82 Orang Di-PHK
400.000 Korban PHK Peserta BPJamsotek Bakal Terima BLT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5