Arab Saudi Hentikan Sementara Umrah, Biro Perjalanan di Solo Resah

Arab Saudi Hentikan Sementara Umrah, Biro Perjalanan di Solo Resah
UANG | 27 Februari 2020 13:21 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Penghentian sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara, termasuk Indonesia membuat resah biro perjalanan wisata di Solo. Mereka berharap ada kejelasan terkait kabar tersebut, sehingga para calon jemaah tidak resah.

Pengelola biro perjalanan umrah Dewangga yang juga Ketua Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Her Suprabu mengatakan, selain biro umrah, jemaah juga khawatir uang mereka akan hangus jika tak jadi berangkat. Dalam bulan Maret ini pihaknya akan memberangkatkan 5 kelompok jemaah umrah dari Solo.

"Pengajuan visa umrah yang sudah kita ajukan terpaksa ditangguhkan dulu. Ini tentu berdampak pada biro dan jemaah umrah. Kami masih mengonsolidasikan dengan stakeholder terkait dampak kebijakan ini," ujar Her Suprabu, kepada wartawan, Kamis (27/2).

Her mengatakan, Pemerintah Arab Saudi sering membuat kebijakan yang cepat dan tanpa kompromi. Sehingga pihaknya akan terlebih dahulu memastikan, apakah jemaah yang sudah memegang visa masih bisa berangkat. Jika tidak, tentu akan berdampak pada jemaah, tiket pesawat yang telah dibeli dan hotel yang telah dipesan.

"Ini infonya masih simpang siur, visa yang sudah keluar masih bisa berangkat atau tidak. Mudah mudahan harapan kita masih bisa diterima, karena dampaknya terkait dengan proyeksi kerugian. Kerugian biro, jemaah, termasuk potensi pemberangkatan," katanya.

Berdasarkan data PT Angkasa Pura I, jumlah jemaah umrah yang berangkat dari Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo tahun lalu cukup signifikan, yakni mencapai 94.000 lebih jemaah yang diberangkatkan. Sehingga jika dirata-rata per bulannya mencapai 10.000 jemaah dalam 9 bulan penyelenggaraan umrah.

Dia berharap, kebijakan tersebut hanya bersifat sementara, sehingga perjalanan umrah akan kembali normal. Kementerian Agama diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi agar kebijakan tersebut tidak diberlakukan ke Indonesia. Namun hanya kepada negara-negara yang berpotensi menularkan virus corona.

"Bulan Maret ini kita ada 5 grup yang akan berangkat dari Solo. Tanggal 5, 6, 14 Maret ini ada 250-300 jemaah. Semoga yang tanggal 5 visa kita sudah keluar. Tadi kita sudah koordinasi dengan pihak Garuda Indonesia, semoga tanggal 5 masih bisa diterbangkan. Tapi ini juga masih simpang siur. Katanya ada yang bilang sudah tidak bisa. Kita terus berkoordinasi dengan para stakeholder agar informasinya lebih pasti," katanya.

Baca Selanjutnya: Biaya Perjalanan Grup Umrah...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami