Arcandra Beberkan Sebab Pertamina Gagal Kelola Blok Migas West Ganal

UANG | 7 Mei 2019 16:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) dan Eni Indonesia Ltd gagal mengelola Blok Minyak dan Gas Bumi (migas) West Ganal, dalam lelang wilayah kerja migas tahap I 2019, dengan mekanisme lelang reguler. Pertamina dan Eni Indonesia membentuk konsorsium dan menjadi peserta lelang Blok Migas Tahap I dengan mengincar Blok West Ganal, bersaing dengan Neptune Energy Muara Bakau B.V.

"Pertamina dan ENI itu masukkan kan," kata Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (7/5).

Arcandra melanjutkan, setelah tim lelang Blok Migas Kementerian ESDM dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Migas (SKK Migas) melakukan evaluasi, Menteri ESDM Ignasius Jonan memutuskan tidak ada yang memenangkan Blok West Ganal. Hal ini disebabkan oleh ketentuan yang tidak sesuai, sehingga harus dilelang ulang dalam periode lelang berikutnya.

"Pemerintah putuskan tidak ada pemenang, jadi untuk kedua ini, pertimbangan yang dilakukan tim lelang yang terdiri dari ESDM, SKK Migas dan meeting yang dipimpin Jonan kita simpulkan bahwa West Ganal harus lelang ulang," tuturnya.

Menurut Arcandra, dalam lelang Blok West Ganal tahap berikutnya, pemerintah akan merubah ketentuan (Term and Condition/TnC), sehingga kontraktor dapat memproduksi migas lebih banyak. "Ini akan lelang ulang besok dengan TnC berbeda. Untuk itu besok kita lelang dengan TnC yang agak berbeda agar dapatkan kontraktor yang tentunya bisa hasilkan hydrocarbon sesuai dengan harapkan," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Pemerintah Akan Lelang Ulang Blok Migas Yang Tak Laku
ESDM Umumkan Pemenang Lelang Blok Migas Anambas dan Selat Panjang
Lapangan Migas Lepas Pantai Utara Jabar Hasilkan Minyak 4.000 Barel Per Hari
SKK Migas Bantah Shell Bakal Mundur dari Proyek Migas Masela
Anggota DPR Apresiasi Pertamina Terus Tingkatkan Serapan Minyak Domestik
Harga Minyak di Asia Jatuh Usai Trump Umumkan Kenaikan Tarif untuk Produk China
Kontribusi Rp 7,46 Triliun, Pertamina EP Penyumbang Pajak Migas Kedua Terbesar 2018

(mdk/bim)