Arcandra Janji Harga Solar Tak Akan Naik Meski Subsidi Dipangkas di 2020

UANG | 21 Juni 2019 17:55 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Alokasi subsidi solar ditetapkan sebesar Rp1.500 per liter di 2020 mendatang. Angka ini turun dari alokasi tahun ini sebesar Rp2.000 per liter. Hal ini menjadi keputusan rapat anggaran Komisi VII DPR dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan, penurunan subsidi solar tahun depan sebesar Rp500 per liter, tidak berpengaruh pada penetapan harga. Sehingga pemerintah tetap mempertahankan harga solar Rp5.150 per liter.

"Ada hara penetapan oleh pemerintah. dua tahun lalu subsidi Rp500 per liter, harga jual Rp5.150 per liter, tahun lalu, subsidi up to Rp2.000, harga solarnya? Rp5.150, ada hubungannya sama harga nggak? Ngga kan?," kata Arcandra, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/6).

Menurut Arcandra, meski pembayaran subsidi solar ke Pertamina sebagai badan usaha yang ditugaskan menyalurkan solar subsidi akan berkurang, pemerintah akan menutupi kekurangannya dengan memberikan insentif.

"Coba dilihat mekanisme tahun ini, kekurangannya dibayar pemerintah sesuai dengan kemampuan keuangan pemerintah, bener ngga?," tuturnya.

Arcandra mengungkapkan, alokasi subsidi solar pada 2020 sebesar Rp1.500 per liter, merupakan keputusan rapat Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR yang dilakukan pada Kamis malam (20/6/2019). "Kan sudah ditektuk saat rapat semalam," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kata Wamen Arcandra Soal AKR Tolak Jual Solar Bersubsidi
Tol Cipali Pada Lebaran 2019 Padat, Konsumsi BBM Melonjak 20 Persen
AKR Ajukan Penghentian Penyaluran Solar Subsidi di 2019
Pertamina Siapkan 3 Kapal Tanker Amankan Penyaluran BBM Saat Mudik
Pemerintah Jamin Pasokan BBM Saat Mudik Aman
Jelang Mudik, Stok BBM di Jateng dan Yogyakarta Melimpah

(mdk/idr)