Arkadia Digital Media Raup Pendapatan 2019 Rp37,66 M dan Laba Usaha Rp1,35 M

Arkadia Digital Media Raup Pendapatan 2019 Rp37,66 M dan Laba Usaha Rp1,35 M
UANG | 10 Juli 2020 18:38 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), pada Jumat, 10 Juli 2020. RUPST menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan 2019 PT Arkadia Digital Media Tbk, termasuk Laporan Keuangan untuk Tahun Anggaran 2019. Di mana, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp37,66 miliar dengan laba usaha sebesar Rp1,35 miliar pada 2019.

CEO PT Arkadia Digital Media Tbk, Wiliam Martaputra, mengungkapkan meskipun Perseroan juga harus menghadapi situasi bisnis yang sulit karena pandemi Covid-19, optimisme yang diungkapkan pada akhir tahun lalu sampai kini masih tetap terjaga. "Tidak hanya bertahan, sepanjang 2020 sejauh ini, perseroan juga telah terbukti terus melakukan beberapa langkah pengembangan," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (10/7).

Wiliam menjelaskan, pada Maret lalu misalnya, selain meluncurkan logo baru Suara.com, Arkadia juga meluncurkan platform periklanan Iklandisini.com. Sementara Juli ini, pengembangan beberapa halaman Suara Regional baru juga telah dimulai, sebagai tambahan dari lima yang sudah ada sejak 2019.

"Sebanyak enam media regional yang akan diluncurkan Juli ini adalah Suara Sumatera Utara, Suara Sumatera Selatan, Suara Batam, Suara Kalimantan Barat, Suara Sulawesi Selatan dan Suara Bali."

1 dari 1 halaman

RUPS Setujui Investasi MDIF

investasi mdif rev1

Selain itu, salah satu agenda khusus RUPS Independen adalah persetujuan masuknya pendanaan dari Media Development Investment Fund (MDIF) Media Finance I B.V. ke PT Arkadia Digital Media Tbk. MDIF yang sudah beroperasi di lebih dari 40 negara ini diketahui sebagai lembaga yang mempunyai komitmen membantu pengembangan media independen, bisnis media kompetitif, berkelanjutan dan media tangguh.

"Kami menyambut baik kerja sama dengan MDIF, lembaga yang memiliki reputasi dan komitmen lama dalam mendukung perkembangan media bebas dan independen secara global. Kami memiliki kesamaan visi untuk bersama-sama menyediakan berita, informasi berkualitas yang dibutuhkan masyarakat. Dan pendanaan ini akan sangat membantu pengembangan Perseroan dalam mengembangkan ekosistem digital yang saat ini tengah kami bangun," kata Wiliam.

Dijelaskan Wiliam, pendanaan dari MDIF ini berbentuk convertible bonds dan bersifat mandatori, yang akan dikonversi senilai Rp1.400 per lembar saham. Diharapkan ke depan pendanaan ini akan memperkuat struktur permodalan dan pengembangan usaha Perseroan.

Lebih jauh, COO PT Arkadia Digital Media Tbk, Suwarjono mengatakan masuknya pendanaan dari MDIF sejalan dengan rencana pengembangan Perseroan untuk membangun platform ekosistem digital berbasis berita, komunitas, pelaku usaha serta memperkuat konten regional dan jaringan media daerah.

"Konten dan media lokal ke depan semakin dibutuhkan untuk menjadi penyeimbang berbagai kebijakan pemerintah daerah, mendorong peran serta aktif masyarakat di daerah, mengangkat isu-isu lokal ke wilayah lebih luas dan mendukung informasi yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat daerah. Selain konten, juga membantu keberlangsungan media lokal dengan beragam model bisnis media saat ini," kata Suwarjono.

Bagian dari rencana ini, Suwarjono menambahkan, Perseroan tengah menyiapkan platform yang mengintegrasikan berita, informasi terverifikasi yang dibuat oleh para jurnalis, dengan jaringan komunitas, jaringan media lokal, dan layanan UMKM di berbagai daerah melalui platform news-commerce yang diharapkan akan menjadi salah satu model bisnis baru. Harapannya, keberlanjutan media di daerah akan semakin kuat.

Mengenai investasi di PT Arkadia Digital Media Tbk, MDIF menyambut baik persetujuan proses melalui forum RUPS. CEO MDIF, Harlan Mandel, mengatakan investasinya akan memungkinkan Perseroan untuk lebih mengembangkan konten dan jaringan regional, menyediakan lebih banyak berita dan informasi berbasis lokal yang menyoroti masalah-masalah yang mungkin terabaikan.

MDIF adalah lembaga dana investasi nirlaba yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Lembaga ini memberikan pembiayaan utang dan ekuitas kepada perusahaan media independen di negara-negara di mana akses ke media yang bebas dan independen masih ada kendala.

(mdk/bim)

Baca juga:
Filipina Tutup Paksa Media Independen Berpengaruh yang Kerap Kritik Duterte
6 Jenis Media Pembelajaran, Mudahkan Siswa dan Pengajar
5 Fakta Pesantren Sirnarasa Ciamis, Wisata Religi untuk Generasi Milenial
Dunia dalam Dekapan The Economist
Dewan Pers Bentuk Tim Penyelamat Industri Media
Penjelasan Erick Thohir Soal Kerjasama Mahaka Group dan Garuda Indonesia
Kerjasama SCMA dan MNCN Diharapkan Perkuat Konten Lokal

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami