AS & China Bertemu di G20, Pemerintah Harap Tensi Perang Dagang Turun

UANG | 19 Juni 2019 18:42 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty atau G20 akan digelar di Osaka, Jepang pada 26-29 Juni. Dalam perhelatan ini, Amerika Serikat dan China sebagai anggota G20 bakal hadir.

Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro berharap pertemuan AS dan China di G20 memberikan kabar baik terhadap perang dagang.

"Ya yang penting ada titik terang dari trade war sekarang, artinya ini mengarahnya ke mana gitu. Karena bagaimana pun apa pun yang terjadi kita harus antisipasi. Kita berharap tensinya turun," kata Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (19/6).

Indonesia merupakan salah satu negara yang merasakan dampak negatif dari perang dagang antara AS dan China. Selama kedua negara tersebut melakukan perang dagang, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak mengalami perubahan signifikan.

Bambang melanjutkan, pemerintah sudah menyiapkan dua strategi dalam merespons dampak negatif dari perang dagang AS dan China. Yakni strategi jangka pendek dan jangka panjang.

"Ya kalau jangka pendek bagaimana caranya mengisi barang barang ekspor China yang terkena tarif tinggi, artinya di pasar Amerika. Jangka menengah panjangnya ya kita menarik relokasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) di China itu ke Indonesia terutama yang tujuannya ekspor ke AS," pungkasnya.

(mdk/idr)