Aset Bank Syariah Indonesia Tempati Urutan ke-7 Secara Nasional

Aset Bank Syariah Indonesia Tempati Urutan ke-7 Secara Nasional
syariah. shutterstock
UANG | 19 Januari 2021 14:20 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Total aset Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah dan BNI Syariah yang merger menjadi Bank Syariah Indonesia tercatat sebesar Rp240 triliun sampai akhir Desember 2020. Ketiga bank yang bakal berganti nama menjadi Bank Syariah Indonesia ini menempati urutan ke-7 secara nasional dalam jumlah kepemilikan aset.

"Bank Syariah Indonesia ini per Desember total asetnya Rp 240triliun. Bank ini masuk posisi lumayan, ranking 7 di tingkat nasional," kata Ketua PMO Merger Bank Syariah Milik BUMN, Hery Gunardi dalam Webinar Sharia Economic Outlook 2021, Jakarta, Selasa (19/1).

Ketiga bank syariah BUMN tersebut memiliki 14,9 juta nasabah. Modal inti Bank Syariah Indonesia ini sebesar Rp20,4 triliun.

Hery mengatakan dari modal inti yang dimiliki saat ini, BSI berada di kategori bank buku III. Dengan jumlah modal inti tersebut, Hery optimis pada tahun 2020 Bank Syariah Indonesia akan masuk dalam daftar bank buku IV.

"Kami perkirakan tahun 2022 ini bisa dicapai," kata dia.

Selain itu, dalam kurun waktu 3-4 tahun ke depan, dia memprediksi BSI bisa menjadi pemain global dan pemain utama di industri perbankan syariah dunia. Visi ini bisa terwujud dengan pelayanan yang akan fokus di segmen UMKM, ritel, konsumer.

Tak ketinggalan dipadu dengan kemampuan mengelola nasabah wholesale yang baik.

"BSI setelah merger akan tumbuh sehat dengan backbone UMKM, ritel dan lain-lain. Lalu bekerja sama juga dengan investment banking yang bisa bersaing di global," kata dia mengakhiri. (mdk/idr)

Baca juga:
Izin Merger Bank Syariah Indonesia dari OJK Terbit Pekan Ini
Merger Bank Syariah Indonesia Diminta Waspadai Perbankan Malaysia
OJK Optimis Keuangan Syariah Indonesia Bakal Kalahkan Negara Lain, Ini Indikatornya
Bos OJK: Kinerja Keuangan Syariah Lebih Baik Dibanding Konvensional
Ini Sebab Produk Syariah Belum Laris Seperti Milik Bank Konvensional

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami