Asosiasi Pengusaha Truk Sebut Tak Ada Kelangkaan Solar di Balikpapan

UANG | 18 November 2019 17:05 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) membantah terjadinya kelangkaan Solar di sejumlah wilayah di Tanah Air, salah satunya di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sekjen Aptrindo Cabang Balikpapan, Risman Sirait mengatakan, kalaupun terjadi antrean BBM, itu hal biasa, tetapi bukan kelangkaan solar.

"Tidak ada kelangkaan seperti diberitakan. Kalau truk antre untuk dapat BBM ya memang wajar. Harus diluruskan," katanya seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Senin (18/11).

Menurut Risman, salah satu kunci pasokan solar di Balikpapan, adalah komunikasi yang lancar antara Aptrindo dan Pertamina. Ketika pihaknya mempertanyakan pasokan yang dirasakan kurang maka Pertamina dengan sigap merespons keluhan tersebut.

"Secara berkala kami duduk bersama. Bahkan kalau penting, saya telepon, kita bisa langsung bertemu untuk mencari solusi. Misalnya saja jika pasokan kurang lancar atau pengiriman ke SPBU agak terlambat. Dan Pertamina sangat positif menanggapi kami. Mereka langsung follow up," katanya.

1 dari 1 halaman

Penggunaan Fuel Card Sangat Membantu

Penggunaan Fuel Card sebagai pembayaran BBM, juga dinilai Risman sangat membantu karena bisa terpantau penggunaan solar untuk masing-masing armada, sehingga jika suatu saat terjadi pembelian yang mencurigakan, bisa langsung dipertanyakan.

"Ini memudahkan pengawasan, terlebih top up maksimal hanya Rp2 juta. Jadi kalau ada pengisian BBM yang tidak seperti biasa, akan ketahuan," katanya.

"Seluruh armada anggota Aptrindo Balikpapan, yaitu sekitar 1.600 unit kendaraan menggunakan Fuel Card," katanya.

Meskipun demikian, Sekjen Aprtrindo itu tidak menepis bahwa potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi memang ada, termasuk di wilayah luar Balikpapan dan Kalimantan Timur, yang saat ini diberitakan media terjadi kelangkaan.

"Untuk itu, memang diperlukan langkah proaktif masyarakat untuk melaporkan kepada pihak berwenang. Ini adalah ranah polisi, tetapi memang harus ada masyarakat yang melaporkan," kata dia. (mdk/idr)

Baca juga:
Menteri ESDM: Kuota Solar Subsidi Belum Habis
Sopir Truk Rela Tidur di SPBU Demi Dapatkan Solar
Pemerintah Jamin Pasokan Solar Subsidi Tetap Lancar
Ini Keuntungan Gunakan Solar Pertamina Dex Cs untuk Kendaraan
YLKI Sebut Pembatasan Konsumsi Solar Tak Berdampak Kurangi Polusi
BPH Migas Cabut Pembatasan Solar Subsidi, Ini Tanggapan Pertamina