Asuransi Pendidikan Penting untuk Keluarga Muda, Ini Hal Perlu Diperhatikan

UANG | 31 Agustus 2019 08:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pendidikan saat ini dan ke depannya tetap menjadi prioritas utama bagi setiap orang. Terutama, bagi orang tua untuk anaknya. Namun, tak banyak dari orang tua yang menyadari arti penting asuransi pendidikan. Meski mereka mengetahui bahwa dana pendidikan yang kian mahal, beberapa masih mengabaikan pentingnya asuransi pendidikan.

Padahal, asuransi pendidikan ini digunakan untuk membantu mengurangi beban pengeluaran ketika biaya pendidikan semakin mahal. Asuransi pendidikan juga menjadi cadangan ketika sesuatu terjadi, seperti pendapatan menurun, PHK, dan lain sebagainya.

Asuransi pendidikan ini juga sangat disarankan untuk keluarga muda. Menurut pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, asuransi pendidikan penting sebab inflasi biaya pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun. Di samping itu, biaya kesehatan juga semakin mahal.

Tak sampai di situ, menurutnya keluarga muda juga memiliki kesempatan yang lebih panjang untuk menabung. Hal ini karena keluarga muda memiliki usia yang tergolong produktif.

Dirinya pun juga membagikan tips agar seseorang bisa menyisihkan penghasilannya untuk asuransi pendidikan.

Pertama, 30 persen dari penghasilan harus disisihkan untuk tabungan dan investasi. Dengan begitu, 30 persen ini bisa dipakai untuk membayar asuransi pendidikan.

"Untuk 30 persen lainnya bisa digunakan untuk cicilan rumah, mobil, dan lain-lain. 40 persen sisanya untuk biaya hidup sehari-hari, seperti sandang, pangan, rekreasi, dan biaya transportasi," jawab Irvan Rahardjo saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (30/8).

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak memilih perusahaan penyedia asuransi pendidikan. Irvan menyampaikan, kesehatan keuangan perusahaan asuransi harus menjadi perhatian utama.

Reputasi perusahaan juga menjadi nilai utama sebab ini akan memengaruhi kinerja dari perusahaan tersebut. Jika ingin mencari perusahaan dengan reputasi yang baik, Anda bisa mencari beberapa perusahaan asuransi ternama agar lebih aman.

Irvan juga mengatakan bahwa calon pengguna asuransi nantinya harus bisa memastikan jika perusahaan asuransi ini mampu membayar klaim nasabah saat jatuh tempo dan tidak sedang dalam pengawasan khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Reporter Magang: Rhandana Kamilia

Baca juga:
Kemenkeu Sebut Perpres Iuran BPJS Kesehatan Keluar Tahun Ini
Resmi Kerja Sama, Nasabah Prudential Bisa Bayar Premi Asuransi Lewat Tokopedia
Ditanya Soal Holding BUMN Asuransi, Ini Jawaban Bos Askrindo
Per Hari ini, Askrindo Telah Raup Premi Rp3,2 Triliun
Kebutuhan Belanja IT Askrindo Capai Rp300 Miliar
Luncurkan New Corporate Portal, Askrindo Siap Hadapi Era Digital

(mdk/idr)