Atasi Dampak Corona, BKPM Buka Investasi Ke Sektor UMKM

Atasi Dampak Corona, BKPM Buka Investasi Ke Sektor UMKM
UANG | 13 Juli 2020 15:22 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 mengakibatkan pertumbuhan ekonomi melambat. Roda perekonomian mati suri akibat kebijakan pembatasan sosial baik di dalam maupun negara lain.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengatakan investasi menjadi jalan keluar menyelesaikan krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Investasi yang dimaksud tak hanya dalam skala besar. Bukan juga terbatas pada investasi asing.

"Momentum investasi ini adalah pintu keluar untuk menyelesaikan krisis," kata Bahlil saat menyampaikan Keynote Speech di acara Launching Buku Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi, Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional, Jakarta, Senin (13/7).

Saat ini kata dia, BKPM sudah masuk ke sektor usaha menengah kecil dan mikro (UMKM). Sebab, UMKM sebelumnya belum menjadi salah satu sektor yang masuk radar BKPM.

"Dari dulu ada 3 yang tidak boleh masuk pembayaran BKPM yaitu hulu migas, sektor perbankan dan UMKM," kata dia.

1 dari 1 halaman

Alasan Pembukaan Investasi Ke UMKM

investasi ke umkm

Masuknya UMKM sebagai salah satu sektor yang bisa menerima investasi sebagai bentuk kehadiran negara untuk para pengusaha kelas menengah. Sehingga tidak ada lagi anggapan negara hanya hadir untuk perusahaan besar.

"Jadi supaya jangan negara hadir untuk yang besar-besar, yang kecil-kecil juga," kata Bahlil.

Meski UMKM berpendapatan rendah, tetapi kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi sangat besar. Sebab sekitar 60 persen ekonomi di Indonesia ditopang oleh UMKM dan pengusaha ultra mikro. Sektor ini juga menyerap tenaga kerja sampai 120 juta.

"Kontribusi UMKM untuk lapangan kerja 115-120 juta. Justru dengan kondisi krisis begini UMKM harus dikedepankan," kata Bahlil mengakhiri.

(mdk/bim)

Baca juga:
Bos BKPM: Dampak Covid-19 Terstruktur dan Masif Meluluhlantakkan Perekonomian Bangsa
BKPM Catat Potensi Investasi dari Relokasi Perusahaan Masuk RI Tembus Rp1.000 Triliun
Pandemi Tak Kunjung Usai, BKPM Kembali Revisi Target Investasi
Investasi Mangkrak Tembus Rp708 Triliun, Salah Satunya Disebabkan Hantu Berdasi
Bos BKPM Beberkan Faktor Pengaruhi Realisasi Investasi di Tengah Pandemi
Jadi yang Tertinggi, BRI Catatkan Penjualan ORI017 Rp2,19 T per Juli
Perusahaan Elektronik Asal China Relokasi Pabrik Senilai Rp1,3 T ke Subang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami