Atasi Dampak Pandemi, Petani Kopi Diminta Bentuk Koperasi

Atasi Dampak Pandemi, Petani Kopi Diminta Bentuk Koperasi
UANG | 23 September 2020 20:46 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan para petani kopi sangat terdampak pandemi Covid-19. Meski produksi kopi tinggi, namun terdapat kendala akibat daya serap yang menurun.

Pihaknya mendorong para petani memperkuat kelembagaan dengan membentuk koperasi. Hal tersebut menjadi salah satu solusi agar permasalahan para petani kopi yang terjadi saat ini dapat diatasi, di antaranya kesulitan dalam menjual produk kopi, hingga faktor pembiayaan.

"Saya mendorong agar di setiap daerah petaninya tergabung dalam koperasi. Saya ditugaskan Bapak Presiden untuk memperkuat koperasi pangan dan produksi, terutama di sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Kopi adalah salah satu keunggulan domestik, kita perkuat kelembagaannya," ujarnya dalam Webinar Solusi Penyerapan dan Pembiayaan Kopi di tengah Pandemi di Jakarta, Rabu (23/9).

Selain itu, koperasi dengan perkuatan LPDB-KUMKM, akan menjadi off taker (pembeli barang) produk pertanian, sehingga akan terdapat perlindungan dari sisi pasar, karena produk akan dibeli oleh koperasi.

"Yang terjadi sekarang adalah petani kesulitan untuk menjual produknya. Kami rancang kelembagaan, sehingga penjualan produk ini dapat diintegrasikan dengan koperasi, agar petani tidak lagi mengalami kesulitan penjualan," ungkapnya.

Baca Selanjutnya: Sediakan Bibit Unggul dan Penyuluhan...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami