Atasi Krisis Pangan Dunia, Jerman Bakal Gelontorkan Rp6,65 Triliun

Atasi Krisis Pangan Dunia, Jerman Bakal Gelontorkan Rp6,65 Triliun
gandum. ©2012 healthmeup.com
EKONOMI | 22 Mei 2022 20:00 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Dalam rangka menangani krisis pangan yang dihadapi seluruh dunia saat ini, Pemerintah Jerman akan menggelontorkan dana sebesar 430 juta Euro atau setara Rp 6,65 triliun. Jerman akan menjadi salah satu negara donor yang akan mendanai kebutuhan mendesak terkait krisis pangan.

"Jerman juga akan menginvestasikan Miliaran Euro dalam kegiatan terkait ketahanan Pangan, kerja sama pembangunan, dan bantuan kemanusiaan," kata Kanselir Jerman, Olaf Scholz dalam Pertemuan Pertama Champions Group of the GCRG on Food, Energy, and Finance seperti dikutip dari laman ekon.go.id, Jakarta, Minggu (22/5).

Selain itu, Pemerintah Jerman akan mengambil posisi pada area food security, bersama dengan World Bank. Jerman telah mengusulkan Global Alliance for Food Security untuk meningkatkan ketahanan Pangan global.

Usulan tersebut pun telah disepakati oleh anggota G7 lainnya pada G7 Agriculture Minister Meeting. Di sisi lain Jerman menyayangkan terdapatnya disinformasi terkait efek dari Sanksi ekonomi. Rusia mengklaim penggunaan Sanksi merupakan penyebab kenaikan harga dan kekurangan pangan.

"Sanksi yang ada selama ini adalah sebagai reaksi atas pelanggaran terang-terangan Rusia terhadap Piagam PBB. Sanksi tidak menargetkan komoditas Pangan, termasuk ekspor Gandum Rusia," imbuhnya.

Sementara faktanya, saat ini 25 Juta ton gandum Ukraina tidak dapat diekspor karena blokade Rusia terhadap pelabuhan Laut Hitam. Untuk itu, Kanselir Jerman menyerukan penghentian perang.

"Tidak ada sanksi terhadap upaya Kemanusiaan. Perang harus segera dihentikan," tegas Kanselir Olaf Scholz. (mdk/azz)

Baca juga:
Terancam Krisis, Negara di Dunia Serukan Perang Rusia-Ukraina Dihentikan
Pemulihan Ekonomi RI Terancam Geopolitik dan Pengetatan Kebijakan Moneter AS
Kritik Rusia, Eks Presiden AS George W Bush Keceplosan Sebut Invasi ke Irak Brutal
Meski Salah Sebut, George Bush Akhirnya "Akui" Invasi ke Irak Sangat Brutal
Pengamat Militer Rusia Punya Pandangan Mengejutkan tentang Perang di Ukraina
Harga Energi Dunia Melonjak, Keuangan Pertamina & PLN Terancam Jebol

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami