Atasi Utang Garuda Indonesia, Irfan Upayakan Restrukturisasi dan Tarik Pinjaman Baru

Atasi Utang Garuda Indonesia, Irfan Upayakan Restrukturisasi dan Tarik Pinjaman Baru
UANG | 24 Januari 2020 18:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk melunasi utang-utang Garuda. Salah satunya melalui penarikan utang baru.

Sebagai informasi, menurut laporan keuangan perusahaan per September 2019, hingga saat ini Garuda memiliki total kewajiban sebesar USD 3,51 miliar. "Saya memang tidak mendalami finance, tapi saya pernah 6 tahun di Bank Niaga. Utang memang jadi concern kita, kita sempat bicarakan ini dengan tim. Kita ada upaya negosiasi dan mencari utang baru," ujar Irfan di Kementerian BUMN, Jumat (24/1).

Nantinya, Garuda akan mengupayakan negosiasi dengan lessor (pemberi sewa pesawat) dan produsen pesawat. Sebab, struktur biaya terbesar ada di avtur dan leasing.

Irfan juga menegaskan, persoalan utang ini tidak akan mengganggu aspek keamanan penerbangan. "Saya beri jaminan, itu (utang) tidak impact ke safety. Dengan tim yang ada kita sepakat bangun tim kuat, kalau perlu hire konsultan dan negosiator di luar untuk pastikan dapat pricing structure lebih bagus untuk menekan biaya. Kalau leasing bisa ditekan akan turunkan biaya. Jadi bisa berutang lagi untuk datangkan armada baru," jelasnya.

Sebelumnya, Garuda Indonesia membatalkan rencana untuk menerbitkan instrumen surat utang senilai USD 900 juta atau Rp 12,5 triliun. Hal itu disebabkan belum adanya laporan keuangan audit perseroan yang tersedia.

Baca Selanjutnya: Petinggi Garuda Indonesia Tandatangani Pakta...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami