Aturan Baru Harga Rumah Subsidi Bakal Terbit Pekan Depan

UANG | 2 Februari 2019 17:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menerbitkan aturan baru terkait naiknya harga rumah subsidi pada minggu depan. Sebelumnya, usulan kenaikan harga rumah subsidi tengah dalam pembahasan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, usulan kenaikan harga rumah subsidi itu berkisar dari 3 sampai 7,5 persen yang terbagi dalam 9 wilayah.

"Kita tidak bisa menetapkan kita bahas dengan keuangan, kewenangan Kementerian Keuangan untuk menetapkan supaya teman-teman bisa membangunnya cepat mungkin bisa turun dari Menkeu tapi kita bahas moga-moga Senin besok bisa final," tuturnya di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Selatan (2/2).

Dia menambahkan, ada beberapa alasan khusus mengapa pemerintah menaikan harga rumah subsidi. Itu antara lain disebabkan biaya produksi rumah dan persoalan tanah perumahan.

"Kita coba akomodir, dasarnya kenaikan harga itu ialah tanah di daerah, biaya produksi meningkat, material tukang, kemampuan konsumen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), ini tiga hal dasar, sudah simulasikan 3 - 7,75 persen, jauh dari usulan REI 20 persen, ya kita sudah hitung survei di seluruh Indonesia," ujarnya.

Meski mengaku sedang dibahas di Kemenkeu, pihaknya belum memastikan tanggal yang pasti terkait penerbitan aturan kenaikan harga subsidi. Paling lambat ia pastikan akan rampung pada bulan ini.

"Belum, saya tidak katakan final. Moga-moga, semoga kan terus dibahas. Jadi semoga bulan ini bisa keluar jadi lebih semangat lagi," tandasnya.

Sumber: Liputan6

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Baca juga:
Pengembang Tawarkan Rumah DP Nol Persen dan Cicilan Rp 807.000 di IPEX 2019
Mencari Rumah Idaman di Indonesia Properti Expo 2019
Sepanjang 2018, BTN KPR Gaesss Berhasil Gaet 6.000 Milenial
Keputusan Beli Rumah Baiknya Dilakukan Saat Masuk Dunia Kerja
Indonesia Properti Expo Bakal Kembali Digelar, Ada Rumah Harga Rp 130 Juta
Tutup Backlog 11 Juta Rumah, Kementerian BUMN Dorong BTN Tingkatkan Penyaluran KPR
Holding BUMN Perumahan & Infrastruktur Rampung Pertengahan Februari 2019

(mdk/azz)