Awal Kisah Sultan Ghozali Bisa Raup Rp1,5 Miliar Jual Foto Selfie di NFT

Awal Kisah Sultan Ghozali Bisa Raup Rp1,5 Miliar Jual Foto Selfie di NFT
Ilustrasi Non Fungible Token. ©2022 Istimewa
EKONOMI | 13 Januari 2022 16:47 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Sultan Gustaf Al Ghozali saat ini menjadi sorotan. Bagiamana tidak, dia sukses meraup keuntungan hingga Rp1,5 miliar dari penjualan swasfoto atau selfie dirinya yang dilakukannya setiap hari dalam lima tahun terakhir.

Menurut mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Udinus Semarang itu, terdapat 932 foto selfie dirinya yang terjual lewat Non Fungible Token (NFT) di platform Opensea.io.

Dia bercerita, ratusan foto tersebut diunggahnya baru sekitar Desember 2021 lalu. "Awalnya berpikir mungkin lucu kalau ada kolektor yang punya (foto) saya," katanya dikutip dari Antara Semarang, Kamis (13/1).

Foto-foto unggahannya itu kemudian dipromosikan oleh komunitas NFT Indo. "Harga awal yang saya tawarkan sekitar USD 3," tambahnya.

Namun kemudian, banyak kolektor yang membeli, termasuk sejumlah pesohor tanah air. Beberapa pesohor yang ikut membeli hasil jepretan swafoto yang dilakukannya setiap hari mulai 2017 hingga hari ini tersebut di antaranya koki selebritas Arnold Purnono atau yang lebih dikenal dengam Chef Arnold serta selebgram Reza Arab.

Nilai jual 932 foto yang dijual lewat NFT Opensea tersebut, kata dia, mencapai Rp12 miliar, di mana 10 persen dari hasil penjualan itu menjadi haknya.

Ada 932 swafoto Ghozali yang buatnya sejak dirinya lulus SMK hingga memasuki semester 7 kuliahnya di Udinus.

2 dari 2 halaman

Dana Didapat akan Diinvestasikan

Dia menceritakan, awal mula koleksi swafoto selama 5 tahun tersebut karena terinspirasi untuk membuat karya animasi timelapse. Ghozali masih memiliki target untuk meneruskan koleksi swafotonya tersebut hingga lulus kuliah nanti.

Adapun uang hasil penjualan foto dirinya itu, menurut dia, akan diinvestasikan untuk mewujudkan impiannya. Usai lulus kuliah, pemuda 22 tahun ini berkeinginan untuk bekerja di studio animasi, sebelum nantinya memiliki studio animasinya sendiri.

Sebelumnya, dunia digital semakin banyak menawarkan investasi kepada masyarakat. Jual beli dilakukan tanpa mewajibkan adanya pertemuan penjual dan pembeli. Terbaru, adalah investasi teknologi NFT atau non-fungible token.
Teknologi Blockchain tidak hanya soal Bitcoin, Ethereum, dan keuangan saja. Tetapi, juga hadir semakin dekat dengan menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar, salah satunya tentang NFT.

Mengutip keterangan Indodax kepada merdeka.com beberapa waktu lalu, NFT adalah sebuah duplikasi resmi yang menyerupai sebuah aset yang asli. Jadi, karya-karya seni atau karya teknologi yang diedarkan dan dijual secara resmi. Namun, barang aslinya hanya satu saja dan disimpan oleh si pencipta.

Kemudian pelelangan dilakukan secara terbuka dan karyanya akan ditukarkan atau dibeli dengan cryptocurrency. Setelah itu, si Pembeli akan tercatat sebagai pemilik atau memiliki sertifikasi yang resmi. Sebelumnya, suatu karya tersebut juga telah terdaftar di HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

CEO Indodax Oscar Darmawan menanggapi bahwa teknologi NFT adalah bidang dari teknologi blockchain. "Sistem NFT tentunya cocok dengan pencipta atau penemu teknologi. Suatu karya dilelang dengan sistem NFT dan dibeli dengan kripto," katanya, ditulis Kamis (13/1).

Oscar mengatakan, karena menggunakan sistem blockchain, NFT mengadopsi sifat efisien, sehingga penjualan karya lewat NFT bisa terjadi secara fantastis. NFT juga mendukung sifat transparansi dan keamanan. Karena setiap karya akan tercatat di HAKI.

"NFT juga mengadopsi sifat blockchain yaitu transparansi dan keamanan. Jadi, pencipta atau penemu bisa mengamankan aset tersebut. Teknologi NFT juga tentunya bisa mengurangi dan memberantas pembajakan," sebutnya.

Menurut dia, teknologi ini juga membuat penggunaan kripto lebih banyak lagi. Tentunya, kemungkinan besar teknologi NFT dapat meningkatkan permintaan secara masif, sehingga harga kripto bisa meningkat.

Oscar berpendapat, blockchain adalah suatu bidang teknologi baru yang selama ini melahirkan Bitcoin dan altcoin. Kemudian juga melahirkan decentralized finance dan kemudian NFT. Ke depan, masih akan ada lagi bidang blockchain yang baru dan akan berkembang.

"Blockchain hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama ini. Bukan hanya soal teknologi dan financial atau bitcoin melulu, tetapi blockchain juga hadir semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, seperti NFT ini," katanya.

Untuk membeli karya NFT, biasa dilakukan dengan Ethereum. Aset kripto ini merupakan yang paling favorit setelah Bitcoin. Kenaikan harganya sangat fantastis secara tahunan. (mdk/idr)

Baca juga:
Apa Itu NFT yang Bikin Ghozali Everyday Jadi Miliarder Dadakan?
Tengah Ramai Diperbincangkan, Kenali Seluk Beluk NFT
Pendiri Bursa Mata Uang Kripto Terbesar di Dunia Masuk ke Jajaran Miliarder
Wamendag Jerry Dorong Bursa Kripto Terwujud,Bermanfaat Topang Pembangunan Lewat Pajak
Simak Tips Sukses Investasi Kripto Bagi Pemula

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami