Bahaya di balik tarif promo ojek online

UANG | 26 Oktober 2015 14:12 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Pesatnya perkembangan ojek online seperti GO-JEK dan Grab Bike mengancam kelangsungan bisnis transportasi lainnya. Apalagi, tarif promosi yang ditawarkan perusahaan ojek aplikasi ini tak bisa dilawan transportasi umum seperti angkot, metromini dan lainnya.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda), Adrianto Djokosoetono mengakui, murahnya tarif promo ojek online membuat angkutan umum lainnya kehilangan pelanggan dan dampak terbesarnya mereka akan bangkrut.

"Analoginya seperti ada orang berdagang beras di depan Pasar Induk lalu mereka kasih potongan harga 50 persen dari harga barang yang di jual di dalam pasar, jelas mereka akan lebih ramai tapi apakah mereka lebih untung dibanding pedagang yang di dalam," ujar Adrianto di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (26/10).

Adrianto tidak hanya khawatir pada angkutan umum, namun juga pelanggan. Jika perusahaan ojek online mencabut promo yang diberikan tentu harga yang ditawarkan akan sama dan bahkan lebih mahal dibanding transportasi umum.

Kemudian, disaat perusaahaan ojek online menghapus promo dan transportasi umum lainnya sudah tidak beroperasi lagi, pelanggan akan kesulitan dan tidak ada pilihan lagi.

"Kalau mereka (ojek online) kemudian sudah enggak bisa bertahan, justru masyarakat yang akan dirugikan karena enggak punya pilihan. Karena transportasi umum formalnya juga sudah enggak ada. Semuanya jadi rugi‎. Transportasi formalnya mati, masyarakat juga enggak punya pilihan," tutupnya.

(mdk/idr)