Bahlil Mengaku Telah Selamatkan Investasi Rp 409 T Proyek Mangkrak

Bahlil Mengaku Telah Selamatkan Investasi Rp 409 T Proyek Mangkrak
UANG | 12 Agustus 2020 15:59 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai potensi investasi dari berbagai megaproyek mangkrak di Tanah Air mencapai Rp708 triliun. Beruntung, sebesar 58 persen atau Rp409 dari nilai potensi itu telah difasilitasi BKPM.

Rinciannya, Rofnet (Rp211, 9 triliun), Lotte Chemical (Rp61,2 triliun) Vale (Rp2,1 triliun), Tanjung Jati Power (Rp38 triliun), Kobexindo (Rp14 triliun), Hyundai (Rp21,7 triliun). Lalu, Nindya (Rp9,5 triliun), PT Tenaga Listrik Bengkulu (Rp5,2 triliun), PT Galempa Sejahtera Bersama (Rp2 triliun), Masdar (Rp1,8 triliun) PT Sumber Mutiara Indah Perdana (Rp1,8 triliun), dan investasi lainnya (Rp1, 4 triliun).

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengatakan penyebab banyaknya investasi bernilai fantastis yang mangkrak tersebut diakibatkan oleh ulah 'hantu'. Khususnya hantu tanah dan hantu perizinan yang kerap menghambat pengembangan investasi di Indonesia.

"Banyak proyek mangkrak itu akibat ulah hantu. Hantunya itu hantu tanah, hantu izin dan hantu-hantu lainnya yang tidak bisa dilawan dengan Undang-Undang (UU)," jelas dia dalam webinar di Jakarta, Rabu (12/8).

Baca Selanjutnya: Telah Kantongi Jurus Tangkal Mafia...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami