Balas Amerika Serikat, China Naikkan Tarif Impor Produk AS Mulai 1 Juni

UANG | 13 Mei 2019 21:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - China membalas langkah Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya menaikkan tarif impor produk China. Hal itu menimbulkan ketegangan perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar tersebut.

Pemerintahan China menyatakan akan menaikkan tarif impor produk AS senilai USD 60 miliar atau sekitar Rp 866,11 triliun (asumsi kurs Rp 14.435 per dolar AS) mulai 1 Juni 2019.

Pemerintahan China akan menaikkan tarif barang AS lebih dari 5.000 produk. Kenaikan tarif mencapai 25 persen. Adapun sejumlah produk lainnya akan naik menjadi 20 persen. Tarif ini naik dari sebelumnya 5 persen hingga 10 persen.

Langkah ini mengikuti AS yang Jumat pekan lalu menaikkan tarif impor produk China senilai USD 200 miliar. Tarif tersebut naik dari 10 persen menjadi 25 persen.

Pemerintahan AS bergerak meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan China setelah berbulan-bulan gagal hasilkan terobosan dalam negosiasi perdagangan.

Langkah China tersebut berdampak terhadap pergerakan bursa saham AS. Indeks saham utama AS dibuka melemah dua persen pada pembukaan perdagangan saham seiring ketegangan perang dagang antara China dan AS.

Selain itu, perang dagang antara AS dan China ini berdampak terhadap petani di AS. Demikian mengutip laman CNBC, Senin (13/5).

Usai meningkatkan tarif impor produk China pada Jumat pekan lalu, pemerintahan AS mengatakan, kalau pemerintahan China mundur dari perjanjian perdagangan yang berkembang.

Kedua belah pihak tidak dapat mencapai kesepakatan pada pertemuan pekan lalu di Washington, AS.

Trump yang mengeluh soal pencurian kekayaan intelektual, transfer teknologi paksa, dan defisit perdagangan mendorong China untuk membuat kesepakatan menjelang pembalasannya pada Senin pagi waktu setempat.

Dalam akun media sosial, Trump mengunggah status kalau tarif itu "sangat buruk bagi China". Ia menuturkan, China seharusnya tidak membalas karena hanya akan menjadi lebih buruk. "Anda memiliki banyak hal, hampir selesai, dan Anda mundur," tulis Trump mengenai China dan Presiden China Xi Jinping.

Baca juga:
Perang Dagang Berlanjut, Bagaimana Ekonomi Global dan Indonesia?
Imbas Perang Dagang AS-China, IHSG Ditutup Melemah
Rupiah Merosot Seiring Masih Berlanjutnya Perang Dagang China-AS
Perang Dagang, Prediksi Serangan Balasan Terbaru China Pada AS
Miliuner Warren Buffett Sebut Perang Dagang Berdampak Buruk Bagi Dunia
IMF: Perang Dagang AS - China Jadi Ancam Ekonomi Global

(mdk/idr)