Bandara Cengkareng Sudah Layani 5 Penerbangan Pengalihan dari Halim Perdanakusuma

Bandara Cengkareng Sudah Layani 5 Penerbangan Pengalihan dari Halim Perdanakusuma
UANG | 1 Januari 2020 12:07 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma dialihkan ke Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Langkah ini diambil karena landasan pacu Bandara Halim terendam banjir.

"Iya karena runway di sana (Halim Perdana Kusuma) close," kata Senior Manager Communication of Branch and Legal Bandara Internasional Soekarno Hatta Febri Tiga Simatupang, Rabu (1/1).

Dia menegaskan, pihaknya juga telah memberikan pelayanan terhadap seluruh penumpang divert, dari yang seharusnya mendarat di HLP (Halim Perdana Kusuma) ke CGK (Cengkareng).

"Iya sudah-sudah kita layani semua, itu tadi ada lima penerbangan yang divert ke CGK," ucap dia.

Kemudian, seluruh penumpang dari lima penerbangan berbeda menuju Jakarta tersebut, diantarkan menuju Rawamangun.

"Selanjutnya mereka kami antar dengan Bus ke Rawamangun, terdekat dari sana," tandas dia.

Sementara Chief of Officer in Charge Bandara Soetta A. Robiyanto mengungkapkan, lima maskapai yang divert dari HLP ke CGK itu tiga di antaranya adalah maskapai Citilink.

Pendaratan divert ini, mungkin saja bertambah jika kondisi Bandara Halim Perdana Kusuma belum memungkinkan untuk melayani penerbangan.

1 dari 1 halaman

Kondisi Terkini Bandara Halim Perdanakusuma

bandara halim perdanakusuma rev1

Kondisi terkini, air setinggi 30cm masih menggenangi runway Bandar Udara Halim Perdana Kusuma. Area bandara yang tergenang kurang lebih 500 m.

Banjir juga menggenangi area di luar bandara yang membuat penumpang sulit untuk mengakses ke Bandar Udara Halim Perdana Kusuma.

"Sesuai dengan Notam Nomor A0002/20 yang menyebutkan terjadinya standing water di landasan Pacu Bandar Udara Halim Perdana Kusuma," jelas dia.

Polana mengatakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus memantau situasi di seluruh bandara dan mengambil langkah-langkah tepat sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengantisipasi dampak dari perubahan cuaca yang diperkirakan akan terjadi hingga bulan Februari.

Perubahan cuaca memungkinkan adanya penundaan jadwal penerbangan (delay) dan pengalihan bandara tujuan pendaratan pesawat (divert).

Polana berharap agar para pengguna jasa transportasi udara dapat memaklumi jika adanya penundaan dan divert akibat perubahan cuaca.

Cuaca ekstrim dan hujan lebat memungkinkan terjadinya delay dan divert penerbangan. Untuk kepentingan penerbangan yang selamat, aman, dan nyaman, saya berharap penumpang dapat memaklumi jika ada delay dan divert akibat cuaca buruk. Semua demi kepentingan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan kita semua, tutup Polana. (mdk/idr)

Baca juga:
PT Transjakarta: Halte yang Tidak Beroperasi Bisa Jadi Tempat Pengungsian
Stasiun Tanah Abang Terendam Banjir
Banjir Selutut Orang Dewasa, Jalan di Utan Kayu Jakarta Timur Ditutup
Imbas Banjir, Jasa Marga Tutup Sementara Beberapa Gerbang Tol
Nekat Terobos Banjir, Puluhan Motor Mogok di Cawang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami