Bandingkan dengan Singapura, Bos Garuda Ingin Dapat Dana Talangan dari Pemerintah

Bandingkan dengan Singapura, Bos Garuda Ingin Dapat Dana Talangan dari Pemerintah
UANG | 19 Juni 2020 16:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pandemi covid-19 berdampak cukup parah pada industri penerbangan. Sebab, di tengah pandemi seperti ini, mobilitas orang dibatasi bahkan sempat dilarang beberapa waktu lalu. Hal ini juga berdampak pada maskapai dalam negeri, Garuda Indonesia.

"Situasi pandemi ini situasi yang tak terelakan, kita industri yang langsung terdampak secara fundamental karena industri penerbangan ini mobilitas, sehingga implikasi pada industri ini mengagetkan, karena semua penerbangan maskapai terkena impact," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam MarkPlus Industry Roundtable sektor transportasi, Jumat (19/6/).

Irfan sendiri melihat maskapai di luar negeri seperti di Singapura justru mendapat dana talangan dari pemerintah untuk tetap bertahan di tengah pandemi.

Namun, Garuda Indonesia hingga saat ini belum mendapat kepastian soal dana talangan. Tapi, Irfan tetap optimistis bahwa pihaknya akan menerima dana talang dari Pemerintah untuk penanganan dampak covid-19 untuk Garuda.

"Saya jadi suka membandingkan diri dengan Singapore airlines, yang mendapatkan penempatan dana dari pemerintah sebesar USD 11,5 miliar, memang Singapura beda,” ujarnya.

Irfan Setiaputra bahwa dampak pandemi covid-19 menghilangkan empat kesempatan peak season yang biasanya menjadi sumber arus kas (cash flow) dalam memperoleh pendapatan.

"Garuda pun secara tradisional dari tahun ke tahun punya lima peak season, kesempatan keempat lainnya hilang, salah satunya yang pertama, mudik. Karena mudik itu dilarang," kata irfan dalam MarkPlus Industry Roundtable sektor transportasi, Jumat (19/6).

Irfan menyebut penerbangan pada hari raya idul fitri 2020 hanya melayani 33 penerbangan nasional dan internasional. Dibandingkan 1 syawal tahun 2019, Garuda mampu melayani 300 penerbangan.

"Terminal 3 itu layaknya kuburan pada awal Idul Fitri 2020, karena semua restoran tutup, cukup panas karena banyak AC yang dimatikan," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Peak Season Selanjutnya...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami