Banggar DPR Minta Pemerintah Evaluasi Dampak Insentif ke Target Pajak 2021

Banggar DPR Minta Pemerintah Evaluasi Dampak Insentif ke Target Pajak 2021
UANG | 9 Juli 2020 14:18 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Anggaran (Banggar) DPR memberi catatan kepada Pemerintah terkait dengan target penerimaan pajak tahun 2021. Salah satunya yaitu pemerintah perlu mengevaluasi dampak insentif perpajakan supaya tidak berimplikasi pada tax ratio atau rasio pajak di tahun berikutnya.

"Pemerintah perlu memperhatikan kebijakan sektoral dalam menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi produksi," kata Anggota Banggar, M. Nasir Jamil di Jakarta, Kamis (9/7).

Nasir menambahkan bahwa pemerintah juga perlu menyampaikan kendala yang dihadapi dengan jenderal pajak dalam membangun basis data dan sistem administrasi perpajakan core tax administration system. Serta sistem pendukung operasional administrasi perpajakan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa salah satu tantangan terberat dalam melakukan perkiraan target perpajakan tahun 2021 adalah ketidakpastian dan dinamika perekonomian tahun 2020. Ini menjadi dasar baseline perhitungan target perpajakan.

Penyusunan target penerimaan perpajakan tahun 2021 akan mempertimbangkan dua faktor yakni kinerja penerimaan 2020 dan besarnya insentif yang dikucurkan buat korporasi dan konglomerat pada tahun ini.

"Penghitungan ini menjadi baseline perhitungan penerimaan perpajakan tahun 2021 yang juga mencakup kebijakan insentif perpajakan yang akan diberikan, dan strategi optimalisasi penerimaan yang akan dilakukan," kata Sri Mulyani di DPR, belum lama ini.

1 dari 1 halaman

Pemberian Insentif

rev1

Mantan petinggi Bank Dunia ini juga menekankan bahwa kebijakan perpajakan 2021 diarahkan antara lain pada pemberian insentif yang lebih tepat. Selain itu, pemerintah juga akan terus melakukan relaksasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, optimalisasi penerimaan melalui perluasan basis pajak, serta peningkatan pelayanan kepabeanan dan ekstensifikasi barang kena cukai.

"Konsistensi dalam melakukan reformasi perpajakan dan pemulihan ekonomi diharapkan mampu meningkatkan rasio perpajakan secara bertahap di masa yang akan datang," jelasnya.

Reporter: Pipit Ika Ramdhani

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Belum Banyak UMKM Manfaatkan Program Insentif Pajak 0,5 Persen
UMKM dengan Penghasilan di Bawah Rp400 Juta Bisa Dapat Insentif Pajak 0,5 Persen
360.818 Wajib Pajak Telah Disetujui Permohonan Insentif Pajaknya
Bank Dunia Kritik Pemberian Insentif Pajak RI di Tengah Pandemi
Sri Mulyani Tolak Permohonan Insentif Pajak 22.104 Perusahaan
Data Lengkap Insentif Pajak yang Dikeluarkan Pemerintah untuk Penanganan Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami