Bangun 4 pulau, pengelola Ancol butuh dana Rp 25 triliun

UANG | 10 November 2014 18:36 Reporter : Alwan Ridha Ramdani

Merdeka.com - PT Pembangunan Jaya Ancol memastikan, pemerintah DKI Jakarta sebagai pemegang saham mayoritas bakal gelontorkan dana Rp 1,5 triliun sampai 2020. Perseroan memerlukan dana 2,6 triliun untuk ekspansi usaha di kawasan Ancol dan daerah lain.

"Untuk daerah kami menggandeng pemerintah daerah atau swasta, untuk pengembangan bisnis rekreasi, " ujar Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Gatot Setyowaluyo di BEI, Senin (10/11).

Dia mengatakan, untuk tahun depan, perseroan menyiapkan dana Rp 1,2 triliun untuk belanja modal. Dana tersebut untuk kebutuhan reklamasi 4 pulau yang menjadi tanggung jawab perseroan.

Perseroan punya proyek reklamasi pulau I seluas 405 hektar, pulau J seluas 316 hektar, pulau L seluas 481 hektar dan K seluas 32 hektar.

"Untuk reklamasi pulau butuh Rp 25 triliunan. Kita bertahap," katanya.

Gatot belum memastikan, fokus penggunaan pulau hasil reklamasi. Apakah dibangun properti atau wahana rekreasi. Pihaknya pun belum akan memasarkan karena belum ada izin dan lainnya.

"Kalau sudah ada yang memasarkan, ya itu cara dia mencari pendanaan, kita belum karena izinya belum ada," katanya.

Dia memastikan pengembangan pulau reklamasi akan disesuaikan dengan kebutuhan dan tematik. Saat ini pihaknya sudah mulai menggarap reklamasi pulau K seluas 32 hektar dan pulau L seluas 481 hektar.

"Pulau K selesai akhir tahun 2015, kalau pulau L mungkin 2018 baru selesai. Pendanaannya lebih banyak internal," katanya. (mdk/noe)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.