Bangun Rumah Buruh, Kementerian PUPR Jajaki Dana BPJS Ketenagakerjaan Rp100 Triliun

UANG | 11 Desember 2019 20:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menjajaki kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait program pembangunan rumah untuk buruh.

"Kita akan buat MoU dengan mereka (BPJS Ketenagakerjaan). Apakah mereka bisa gunakan dana itu untuk bangun rumah untuk pekerja," kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di kantornya, Jakarta, Rabu (11/12).

Khalawi mengonfirmasi, potensi dana yang akan disediakan BPJS Ketenagakerjaan untuk program ini mencapai sekitar Rp100 triliun.

Program rumah bagi para buruh ini nantinya akan diberikan untuk pekerja yang terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, Khalawi belum dapat memastikan program tersebut akan efektif berlangsung. Sebab, hingga saat ini belum ada bentuk kerjasama resmi antara Kementerian PUPR dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dia menyatakan, BPJS Ketenagakerjaan sebagai pemilik uang punya hak untuk menentukan skema penggunaan dana tersebut.

"Ya kan dana mereka, jadi kita harus hati-hati juga untuk bangun rumah atau apa. Akan dijajaki ke sana," ujar Khalawi.

1 dari 1 halaman

BTN Gelar Akad Massal

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memastikan mendapatkan tambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sumber dana kuota FLPP tambahan sekitar Rp2 triliun tersebut berasal dari dana talangan sementara dari Bank BTN dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).

Dana FLPP sekitar Rp2 triliun tersebut akan disalurkan dalam bentuk KPR Subsidi untuk sekitar 13.000 unit rumah. Untuk segera merealisasikan penyaluran FLPP, Bank BTN menggelar akad massal KPR FLPP untuk sekitar 250 debitur di wilayah perumahan Bekasi Regency 7, Bekasi Timur, Jawa Barat.

"Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR menyepakati tambahan kuota FLPP sehingga Bank BTN dapat segera menyalurkan KPR Subsidi bagi masyarakat yang sudah sangat sabar menanti kabar gembira ini," kata Direktur Consumer dan Commercial Lending Bank BTN, Hirwandi Gafar di Jakarta, Rabu (11/12).

Sejak tahun 2015, Bank BTN menjadi mitra Kementerian PUPR menyalurkan KPR Subsidi untuk menyukseskan Program Sejuta Rumah termasuk dengan menyalurkan pembiayaan perumahan dengan skema subsidi, baik dengan Selisih Bunga (SSB) maupun FLLP. Per akhir November 2019, Bank berkode saham BBTN ini telah menyalurkan KPR dengan skema SSB untuk 98.360 unit, sementara FLPP telah disalurkan untuk 33.090 unit.

Sejak program tersebut bergulir pada tahun 2015, hingga September 2019 Bank BTN telah merealisasikan KPR dan Kredit Penyediaan Pembangunan Perumahan sebanyak 3,10 juta unit hunian.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Gelar Akad Massal, BTN Mulai Salurkan Tambahan FLPP Rp2 Triliun
Sederet Tantangan Pembiayaan Properti 2020, Ketatnya Likuditas Hingga Ancaman Resesi
Tol Kunciran-Serpong Perkuat Konsep TOD Hunian Kawasan Bintaro
Kementerian PUPR Godok Aturan Skema Perumahan Khusus Generasi Milenial
Tanggapan Penghuni Rumah DP 0 Rupiah Diberi Program Pindahan Gratis
Pertama Kali, Pemilik Rumah DP 0 Rupiah Dapat Layanan Pindahan Gratis

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.