Bangun Silicon Valley Sukabumi, Indonesia Diminta Waspadai Banjir Pekerja Asing

Bangun Silicon Valley Sukabumi, Indonesia Diminta Waspadai Banjir Pekerja Asing
Ilustrasi bekerja di startup. ©Dharma Productions
UANG | 15 April 2021 13:24 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti meminta, pemerintah merencanakan dengan matang pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mirip Silicon Valley di Bukit Algoritma, Sukabumi, Jawa Barat. Jangan sampai nantinya, KEK ini justru lebih banyak mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA).

"Jangan sampai ada pembangunan Silicon Valley, malah dorong masuknya Tenaga Kerja Asing lebih banyak. Bagaimana tenaga kerja Indonesia bisa memanfaatkan Silicon Valley di Sukabumi nanti itu harus disiapkan," ujar Eshter, Jakarta, Kamis (15/4).

Eshter tak memungkiri, tenaga kerja asing memang lebih banyak yang melek teknologi dibandingkan di dalam negeri. Namun ini harus menjadi pacuan kepada pemerintah bagaimana caranya kawasan ini bisa menjadi tempat berkembangnya Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berdaya saing dan unggul.

"Selain itu tenaga ahli banyak dari China misalnya, lebih melek high tech dibandingkan Indonesia. Ini harus diantisipasi jangan sampai juga dengan pembangunan Silicon Valley meningkatkan ketimpangan ekonomi," katanya.

Baca Selanjutnya: Waspadai Ketimpangan Ekonomi...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami