Bangun Smelter di Gresik, Freeport Cari Pinjaman Bank

UANG | 12 Juni 2019 16:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa bank untuk mendapat pinjaman pembangunan smelter di Gresik dengan nilai proyek infrastruktur mencapai USD 3 miliar.

Dia menjelaskan, ada 15 bank, baik dari dalam negeri dan luar negeri pun sudah memberikan respon.

"Masih dalam proses pembicaraan tapi banyak yang minat, mungkin udah 15 bank kali ya yang berminat. Bang asing sama bank nasional," kata Tony, di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Minera (ESDM), Jakarta, Rabu (12/6).

Menurut ‎Tony, saat ini proses pembangunan smelter Gresik sudah pada padatan tanah dengan porsi mencapai 3,86 persen, sampai proses tersebut Freeport Indonesia telah menggelontorkan USD 150 juta dari kas internal. Sementara total kebutuhan investasi untuk membangun infrastruktur tersebut mencapai USD 3 miliar.

‎"Proyek itu keseluruhan itu hampir USD 3 miliar, mungkin sekitar. USD 150 juta sudah kita spent," tuturnya.

Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama menambahkan, pembangunan smelter Gresik akan masuk konstruksi fisik pada 2020, diperkirakan akan selesai pada 2023. Lahan yang digunakan untuk infrastruktur tersebut seluas 100 hektar.

‎"Sipilnya mungkin pertengahan 2020. Jadi persiapannya agak lama. Sekarang lagi pemadatan tanah, peninggian tanah," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Freeport Siapkan Penambahan Kuota Ekspor Tembaga Olahan
Menengok Tempat Ibadah Freeport di Kedalaman 1.700 Meter dari Permukaan Bumi
Bertemu CEO Freeport, Jonan Bahas Tata Kelola Lingkungan hingga Smelter
Freeport Berencana Ajukan Tambahan Kuota Ekspor
Freeport Mulai Bangun Infrastruktur Fisik Smelter Gresik Awal 2020
Produksi Emas dan Tembaga Freeport Turun

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.