Bank Indonesia Beberkan 4 Fondasi Pengembangan Keuangan Syariah

Bank Indonesia Beberkan 4 Fondasi Pengembangan Keuangan Syariah
UANG | 29 Oktober 2020 18:00 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) membeberkan empat pilar utama Master Plan Ekonomi dan Keuangan Syariah (MESKI) yang disusun oleh pemerintah. Empat pilar tersebut, diantaranya adalah memperkuat rantai nilai halal, keuangan Islam, Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), dan digital.

Deputi Gubernur BI, Sugeng, mengatakan upaya penguatan terhadap pilar rantai nilai halal, memiliki beberapa program utama seperti kampanye gaya hidup halal dan sertifikasi halal. Oleh karenanya, dia memandang perlu dibuat branding halal.

"Kita perlu membangun pemahaman masyarakat yang memadai tentang produk halal. Misalnya pada makanan halal," kata dia dalam acara ISEF, Kamis (29/10).

Menurutnya, makanan halal perlu diganti namanya menjadi makanan sehat atau lezat. Sebab, dalam pandangannya, halal itu sehat dan halal itu enak. Untuk itu, branding produk halal perlu dipromosikan secara luas melalui berbagai saluran, termasuk platform digital dan media sosial.

Selanjutnya, pilar kedua tentang keuangan Islam. Dia mengatakan, salah satu inisiatif utama di sini adalah integrasi keuangan sosial dan komersial. Di mana pemerintah dan Badan Wakaf telah mengembangkan sukuk terkait wakaf tunai.

"Karena mayoritas masyarakat Indonesia sangat ingin berdonasi, maka kami mendorong dana sosial dari donasi tersebut agar lebih produktif melalui instrumen Sukuk Terkait Wakaf Tunai," sebutnya.

Instrumen sukuk wakaf tunai digunakan untuk membiayai pembangunan rumah sakit atau proyek lainnya. Pada Maret 2020, Sukuk Terkait Wakaf Tunai (CWLS) telah berhasil diterbitkan dan digunakan untuk mendanai pembangunan Retina Center di RS Mata Achmad Wardi, Banten. Saat ini, CWLS juga ditawarkan untuk retail dan proses penerbitannya akan mengadopsi pendekatan digital.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami