Bank Indonesia Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga di 2020

UANG | 9 Desember 2019 13:42 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bank Indonesia memberi sinyal untuk untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate di 2020 mendatang.

Arah kebijakan moneter tahun 2020 mendatang dinilai masih akomodatif sehingga mungkin saja nilai suku bunga acuan akan diturunkan kembali.

"Saya kira arah (kebijakan) 2020 masih akomodatif. Stance masih longgar," ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Endy Dwi Tjahjono di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (9/11).

Meski demikian, regulator tetap akan mengacu pada data-data ekonomi domestik dan global dalam menentukan kebijakan ini.

"Apakah nanti akan diturunkan, kita lihat data 2020. Kalau perlu diturunkan, kita turunkan," papar Endy.

Sebagai informasi, hingga November 2019, BI menahan suku bunga acuan pada level 5 persen. BI juga menahan suku bunga deposit facility dan lending facility dengan masing-masing sebesar 4,25% dan 5,75%.

BI terhitung sudah menurunkan suku bunga acuan hingga 4 kali atau sebanyak 100 bps dari bulan Juli 2019 hingga Oktober 2019.

1 dari 1 halaman

Perbankan Tak Langsung Turunkan Suku Bunga

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan atau Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate menjadi 5,25 persen di September 2019. Artinya, bank sentral sudah melakukan pemangkasan suku bunga acuan 3 kali berturut-turut tahun ini.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Juda Agung menyatakan, penurunan suku bunga yang ditetapkan oleh BI tak lantas bisa dirasakan efeknya. Menurutnya, akan ada jeda waktu bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga.

"Lag pasti ada, karena butuh waktu penyesuaian, bukannya besok (suku bunga acuan) turun lalu suku bunga bank bisa ikut turun, full-adjustment pasti butuh waktu," ujar Agung di Jakarta, Jumat (20/9).

Dia berharap, adanya pemangkasan suku bunga sebanyak 3 kali, bisa membuat perbankan segera menurunkan suku bunga kredit. "Mudah-mudahan dengan BI 7-Day RR turun 3 kali ini, suku bunga kredit transmisinya bisa terjadi," jelasnya.

Sebelumnya, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, keputusan Bank Indonesia belum tentu langsung diikuti oleh perbankan untuk menurunkan bunga kredit. Menurutnya, saat ini ada hal lain yang membuat bank hati-hati menurunkan bunga kredit.

Bhima menyarankan, penurunan suku bunga Bank Indonesia harus diikuti dengan pelonggaran kebijakan moneter misalnya melalui relaksasi Giro Wajib Minimum (GWM). Perbankan diyakini mau mempertimbangkan penurunan kredit jika ada stimulasi yang mendukung.

Sementara itu, efek penurunan suku bunga pada biasanya baru bisa terasa sekitar tiga sampai lima bulan. Dia juga memprediksi bank sentral masih akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun jika tidak ada gonjang-ganjing ekonomi global.

Reporter: Athika

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Suku Bunga Acuan BI Terus Turun, Bunga KPR Kok Belum Turun?
RDG Bank Indonesia November Putuskan Pertahankan Suku Bunga Acuan 5 Persen
BI Diprediksi akan Menahan Suku Bunga Acuan di 5 Persen
Pemerintah Diminta Perluas Akses Pendanaan UMKM
VIDEO: Bunga KUR Turun Jadi 6% di Tahun 2020
Bunga KUR Turun, Edhy Prabowo Sebut Akses Pendanaan Nelayan Makin Banyak

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.