Bank Indonesia Klaim Pelemahan Rupiah Masih Lebih Baik Dibanding Ringgit Malaysia

Bank Indonesia Klaim Pelemahan Rupiah Masih Lebih Baik Dibanding Ringgit Malaysia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ©handout/Bank Indonesia
EKONOMI | 19 Oktober 2021 15:51 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan nilai tukar Rupiah menguat sejalan ketidakpastian pasar keuangan global yang sedikit menurun. Dengan penguatan tersebut, Rupiah mencatat depresiasi yang lebih rendah menjadi sebesar 0,43 persen (ytd) sampai 18 Oktober 2021 dibandingkan dengan level akhir 2020.

Gubernur BI Perry Warjiyo mencatat, nilai tukar Rupiah pada 18 Oktober 2021 menguat 1,44 persen secara point to point dan 0,33 persen secara rerata dibandingkan dengan level September 2021.

"Penguatan nilai tukar Rupiah didorong oleh berlanjutnya aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, menariknya imbal hasil aset keuangan domestik, terjaganya pasokan valas domestik, dan langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia," ujarnya dalam video konferensi Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI - Oktober 2021, Selasa (19/10).

BI mengklaim depresiasi nilai mata uang garuda tersebut relatif lebih baik dibandingkan mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, termasuk Malaysia. "Jadi, (Rupiah) relatif lebih baik dibandingkan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti India, Malaysia, dan Filipina," ungkapnya.

Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar. Antara lain melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.

2 dari 2 halaman

Rupiah Ditutup Melemah di Tengah Ekspektasi Tapering The Fed

melemah di tengah ekspektasi tapering the fed rev1

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah, di tengah ekspektasi pelaku pasar terkait kebijakan tapering bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed). Rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp14.110 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.075 per USD.

"Dolar AS mampu menguat di tengah ekspektasi bank sentral AS akan memperketat kebijakan moneter lebih cepat dari yang diperkirakan," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, dikutip Antara, Senin (18/10).

Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneter lebih cepat dari prediksi sebelumnya di tengah membaiknya ekonomi dan melonjaknya harga energi. Notulen rapat The Fed pada September mengkonfirmasi bahwa pengurangan stimulus pasti akan dimulai tahun ini, meskipun pembuat kebijakan terbagi tajam mengenai inflasi dan apa yang harus mereka lakukan tentang hal itu.

Dari domestik, jumlah kasus harian COVID-19 pada Minggu (17/10) kemarin mencapai 747 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,23 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 19 kasus sehingga totalnya mencapai 142.952 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 1.086 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,07 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 18.388 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 107,5 juta orang dan vaksin dosis kedua 62,73 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.060 per USD. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.057 hingga Rp14.113 per USD. Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp14.096 per USD dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.084 per USD.

(mdk/bim)

Baca juga:
Rupiah Ditutup Melemah di Tengah Ekspektasi Tapering The Fed
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.217 per USD
Kurs Rupiah Melemah ke Level Rp14.213 per USD
Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.222 per USD
Rupiah Diprediksi Melemah Dipicu Kenaikan Imbal Hasil Surat Utang AS
Kurs Rupiah Kembali Melemah, Sentuh Level Rp14.313 per USD
Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.293 per USD, Ini Faktor Penyebabnya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami