Bank Indonesia Simpan Stok Uang Tunai Rp450 Triliun, Cukup untuk 6 Bulan

Bank Indonesia Simpan Stok Uang Tunai Rp450 Triliun, Cukup untuk 6 Bulan
UANG | 26 Maret 2020 15:13 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebut bahwa bank sentral menyimpan stok uang tunai sebanyak Rp450 triliun atau cukup untuk 6 bulan ke depan. Pernyataan tersebut untuk menjawab keresahan berbagai pihak terkait kekurangan uang tunai di tengah pandemi virus corona.

"Stok kami itu lebih dari cukup, cukup untuk memenuhi hampir 6 bulan kebutuhan. Yang kurang lebih Rp450-an triliun. Jadi masyarakat, kami pastikan kami punya stok yang cukup dan kerja sama dengan industri perbankan sistem keuangan," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/3).

Perry mengatakan, Bank Indonesia sejak awal Maret lalu sudah mulai mengganti uang-uang di ATM dengan persediaan terbaru yang sudah di karantina. Selain itu, pihaknya juga langsung melakukan karantina begitu menerima uang dari perbankan.

"Kami sudah bekerja sama dengan erat dengan perbankan. Kami sudah menambah supply uang di ATM dengan uang yang baru bahkan sejak awal Maret. Kami juga sudah begitu satgas menetapkan masa darurat sampai dengan 29 Mei. Kami juga sudah mengkarantina uang yang disetorkan oleh perbankan," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Imbau Gunakan Non-Tunai

non tunai rev1

Meskipun memiliki kecukupan stok yang memadai, Bank Indonesia tetap mengimbau masyarakat menggunakan transaksi non tunai. Sebab, dengan menggunakan transaksi non tunai masyarakat bisa membantu mengurangi penyebaran Covid-19.

"Makanya pada saat ini, mari kita gunakan non tunai kan lebih cepat, lebih efisien, uang elektronik gunakan, mobile banking gunakan, internet banking gunakan. Dan jangan lupa menggunakan QRIS yang sudah kami kampanyekan," jelasnya.

"Sehingga tak harus keluar rumah bayar kebutuhan sehari-hari. Cukup dengan pakai HP. Mari semakin banyak menggunakan transaksi non tunai. Apa keuntungannya ikut mencegah Covid-19. Kemudian mempermudah transaksi kita," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Jaga Pasar Keuangan, Bank Indonesia Rutin Komunikasi dengan Investor
Ibunda Presiden Jokowi Meninggal, Gubernur Bank Indonesia Sampaikan Ucapan Duka
Rupiah Merosot ke Rp16.000 per USD, Ini Perbedaannya dengan Krisis 1998
Kepanikan Global Soal Virus Corona Mereda, IHSG Menguat 380 Poin
Dana Asing Kabur dari Indonesia Rp104 Triliun di Maret 2020

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami