Bank Mandiri Prediksi 5 Sektor Ini Tumbuh Positif di 2021

Bank Mandiri Prediksi 5 Sektor Ini Tumbuh Positif di 2021
pabrik motor honda. ©astra honda motor
UANG | 25 Januari 2021 14:22 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan mengatakan, perekonomian Indonesia pada tahun 2021 akan beranjak dari fase bertahan atau survival kepada fase pemulihan. Ini berkat dengan dukungan beberapa faktor, yaitu program vaksinasi yang sudah mulai berjalan, implementasi UU Cipta Kerja, serta penurunan kasus Covid-19.

"Faktor pendukung lainnya adalah peningkatan investasi swasta sejalan dengan berbagai stimulus pemerintah untuk mendorong pulihnya permintaan," katanya dalam webinar Persiapan Pelaksanaan Mandiri Investment Forum 2021 secara virtual di Jakarta, Senin (25/1).

Untuk itu, dia menyebut setidaknya terdapat lima sektor industri yang akan mengalami pertumbuhan positif di tahun ini. Pertama, ialah sektor infrastruktur. Menurutnya, kinerja positif sektor ini tak lepas dari komitmen Pemerintah Jokowi yang terus berupaya menghubungkan wilayah Indonesia dengan pembangunan infrastruktur.

"Kita negeri dengan penduduk diatas 260 juta. Mobilitas kita sangat tinggi antar pulau dan ini sangaylt memerlukan dukungan infrastruktur untuk menuju kepada negara dengan lebih dari menengah. Jadi, sektor infrastruktur ini berkelanjutan temen-temen," terangnya.

Kedua, sektor pendidikan. Menyusul adanya penyesuaian dalam proses kegiatan belajar mengajar maupun bahan ajar lainnya setelah pandemi Covid-19 melanda dunia. "Seperti yang tadinya interfacing secara fisik ini akan melalui virtual termasuk alat ajar. Sehingga, sektor (pendidikan) sangat potensial terus tumbuh dan bisa di investasikan," jelasnya.

Ketiga, sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi atau ICT. Dia bilang, pertumbuhan sektor ini tak lepas dari tingginya pemanfaatan teknologi digital maupun layanan komunikasi untuk menunjang berbagai aktivitas sosial ekonomi masyarakat di masa kedaruratan kesehatan akibat Covid-19.

"Tadi saya katakan anything virtual. Oleh karena itu, memerlukan Wi-Fi dukungan Internet dan gadget. Ini sangat membuka lebar potensi bisnis di bidang ICT," ucapnya.

Keempat, sektor industri kesehatan dan turunannya. Mengingat di masa kedaruratan kesehatan akibat Covid-19 kebutuhan masyarakat akan produk maupun jasa industri kesehatan kian meningkat.

"Sektor kesehatan juga potensial untuk tumbuh temen, bisa dilihat industri farmasi, industri healthcare, industri terkait lainnya itu semakin dibutuhkan. Kita mention, di awal itu hazmat harganya mahal, tapi sekarang bisa dibuat sendiri harganya lebih terjangkau dan ini menciptakan lapangan kerja," paparnya.

Terakhir, industri manufaktur khususnya otomotif dan elektronik." Sektor manufaktur dua ini terdampak positif dari perjanjian perdagangan," pungkasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Jam Kerja Dipotong 50 Persen, Industri Kehilangan Pendapatan Rp360 T
Tanpa Safeguard, Perusahaan Baja Nasional Bisa Bangkrut dalam 3 Bulan
Industri Pengolahan Tercatat Paling Banyak Lakukan PHK di 2020
Optimis Industri Logistik Terus Tumbuh, Lion Parcel Fokus Garap Pasar Pulau Jawa
BI Catat Kinerja Industri Pengolahan di Kuartal IV-2020 Terus Membaik
Gandeng Ecolab, Chandra Asri Bisa Hemat Energi 6 Juta Kilowatt & Tekan Emisi Karbon

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami