Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp208,9 Triliun ke Sektor Infrastruktur di 2019

UANG | 24 Januari 2020 13:20 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Bank Mandiri mencatatkan penyaluran kredit ke sektor infrastruktur sekitar Rp208,9 triliun sepanjang 2019. Angka tersebut naik 14,6 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya atau secara year on year (YoY).

Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar mengatakan, kredit tersebut disalurkan ke beberapa sektor pembangunan infrastruktur. "Kredit tersebut disalurkan kepada berbagai sektor seperti tenaga listrik, transportasi, migas, energi terbarukan, dan lain-lain," kata dia.

Sedangkan untuk kredit korporasi Bank Mandiri tercatat tumbuh di kisaran 7,7 persen YoY dibanding tahun sebelumnya. Kemudian penyaluran kredit mikro naik 20,1 persen secara yoy.

"Sementara di kredit konsumer yang akhir tahun 2019 tumbuh 7,9 persen YoY, bisnis kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor (auto loan) menjadi penyumbang terbesar dengan laju ekspansi masing-masing 20,1 persen YoY menjadi Rp13,8 triliun dan 9,6 persen YoY menjadi Rp34,6 triliun," kata Royke.

Seiring keinginan perseroan mengoptimalkan fungsi intermediasi, Bank Mandiri juga menjaga komposisi kredit produktif seperti kredit investasi dan modal kerja, dalam porsi yang signifikan, yakni 77,4 persen dari total portofolio. Pada akhir tahun lalu, penyaluran kredit investasi tercatat mencapai Rp282,6 triliun dan kredit modal kerja sebesar Rp330,3 triliun.

1 dari 1 halaman

Program KUR

Sementara itu, untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), pada sepanjang 2019, total KUR yang disalurkan mencapai Rp25,02 triliun, tumbuh 42,3 persen YoY atau mencapai 100,09 persen dari target tahun 2019 dengan jumlah penerima sebanyak 310.987 debitur.

"Dari jumlah tersebut, sebesar 50,10 persen disalurkan kepada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi," ujarnya.

Di samping melalui program KUR, upaya Bank Mandiri membangun sektor riil juga diwujudkan melalui penyaluran kredit UMKM sebesar Rp92,23 triliun pada akhir tahun lalu, tumbuh 9,85 persen secara yoy, kepada 928.798 pelaku UMKM.

"Salah satu strategi kami dalam membangun sektor UMKM ini adalah dengan memanfaatkan value chain nasabah-nasabah wholesale, baik menjadi nasabah UMKM Bank Mandiri sendiri maupun menjadi target pasar hasil produksi nasabah UMKM Bank Mandiri," tutupnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Bank Mandiri Raup Laba Bersih Rp27,5 Triliun Sepanjang 2019
Libur Natal, Jumlah Transaksi Bank Mandiri Diprediksi Capai 2.725 per Detik
Hadapi Natal dan Tahun Baru, Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp33,5 Triliun
Bank Mandiri Perketat Syarat Pembiayaan di Sektor Pertambangan dan Energi
Ekonomi Global Melambat, Bank Mandiri Turunkan Target Pertumbuhan Kredit di 2020
Mandiri Berencana Akuisisi Bank di 3 Negara Asia Tenggara

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.