Bank Syariah Disarankan Merger untuk Bersaing dengan Konvensional

Bank Syariah Disarankan Merger untuk Bersaing dengan Konvensional
UANG | 25 September 2020 13:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ekonom yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 2015-2020 Fauzi Ikhsan menilai, bank-bank syariah perlu melakukan merger atau konsolidasi, mulai dari bank BUKU I, II maupun III.

Hal ini dinilai dapat memperbesar skala bisnis, menekan biaya atau average cost serta agar bank syariah bisa meningkatkan kemampuan untuk bersaing dengan bank konvensional.

"Beberapa bank syariah BUKU II dan III perlu merger untuk meningkatkan skala ekonomi dan kemampuan bersaing," ujar Fauzi dalam workshop daring, Jumat (25/9).

Sebagai catatan, non-performing financing (NPF) (rasio pembiayaan bermasalah) bank syariah BUKU I dan II berada di level 5,3 persen dan 3,6 persen, lebih tinggi dari bank syariah BUKU III yang berada di angka 2,9 hingga 3 persen.

Pembiayaan bank syariah BUKU I dan II mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi, membuat FDR (financing to deposit ratio) pada Juli 2020 naik ke level 114,4 persen dan 84,7 persen. Sementara, FDR bank syariah BUKU III turun ke level 75,8 persen.

Menurut Fauzi, pergeseran DPK dari bank syariah BUKU I harus dihentikan, karena likuiditasnya sudah terlalu ketat dan level FDR-nya terlampau tinggi. Oleh karenanya, konsolidasi akan menyeimbangkan kinerja bank-bank syariah sekaligus membuatnya lebih kuat.

"Era merger bank-bank konvensional terjadi di era 2000-an. Sekarang sudah waktunya bank-bank syariah merger supaya punya skala bisnis yg besar, dan bisa menurunkan average cost," ujarnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami