Bank Syariah Indonesia Fokus Utamakan Nasabah dan Pelaku UMKM

Bank Syariah Indonesia Fokus Utamakan Nasabah dan Pelaku UMKM
ilustrasi bank. mybusiness.com.au
UANG | 25 Desember 2020 10:55 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi memastikan sikap dan arah kerja Bank Syariah Indonesia akan mengutamakan nasabah dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar penting perekonomian nasional.

"Kami akan mengembangkan dan melakukan pemberdayaan UMKM bersama-sama ke depannya," Hery dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (25/12).

Hery juga sepakat PT Bank Syariah Indonesia Tbk. memastikan berada pada posisi yang sama dengan Muhammadiyah, untuk memajukan dan meningkatkan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

"Bank Syariah Indonesia dan Muhammadiyah punya kesepahaman sama mengenai pentingnya peran UMKM untuk menciptakan kondisi perekonomian yang lebih baik dan adil di Indonesia," sambungnya.

Dukungan tersebut akan berwujud dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terjangkau dan mudah. Selain itu, Bank Syariah Indonesia akan menghadirkan berbagai produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM. Tujuannya, agar para pelaku UMKM bisa lebih berkembang dan meningkatkan kesejahteraan.

Hery mengatakan, Bank Syariah Indonesia diproyeksi dan ditargetkan akan menyalurkan pembiayaan untuk UMKM minimal 23 persen dari total portofolio pada Desember 2021. Setelah itu, porsi pembiayaan dan pelayanan bagi UMKM akan terus ditingkatkan melalui kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Muhammadiyah.

"Bank Syariah Indonesia akan menjadi bagian ekosistem dan sinergi pemberdayaan pelaku usaha UMKM, mulai dari fase pemberdayaan hingga penyaluran KUR Syariah. Dukungan bagi UMKM tidak akan berkurang, justru hendak ditambah dan diperkuat," tutur Hery.

Hingga September 2020, nilai total pembiayaan UMKM yang disalurkan ketiga bank syariah Himbara anggota merger mencapai Rp 36,36 triliun. Terdiri dari pembiayaan UMKM dari PT Bank BRISyariah Tbk. sebesar Rp 18,7 triliun, PT Bank Syariah Mandiri Rp 11,67 triliun, dan PT Bank BNI Syariah
Rp 5,99 triliun.

Baca Selanjutnya: Dukungan Muhammadiyah...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami