Banten Pakai Mobil Desa Buatan Anak Bangsa Jadi Ambulans

UANG | 17 Juli 2019 13:20 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian terus mendorong pemanfaatan pada Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) di seluruh daerah Indonesia. Wujud nyata dari langkah strategis tersebut yakni meningkatkan pelayanan transportasi rujukan kesehatan untuk membantu masyarakat dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lebak, Banten.

Dalam hal ini, Kemenperin menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lebak, USAID Jalin, PT Samudera Marine Indonesia, PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia dan PT Kreasi Mandiri Wintor Distributor untuk meluncurkan program Pilot Project Peningkatan Pelayanan Transportasi Rujukan Kesehatan melalui pemanfaatan AMMDes Pengumpan Ambulans. Pemanfaatan AMMDes ambulance feeder ini untuk membantu masyarakat dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lebak

"Kemenperin giat melaksanakan program pengembangan AMMDes untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat dengan tujuan menciptakan ketahanan ekonomi dan mendukung kemajuan di desa," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin, Putu Juli Ardika, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/7).

Penggunaan mobil desa ini sebagai dampak dari kondisi jalan-jalan desa yang minim infrastruktur dan topografi yang sulit dan berbukit yang tidak dapat dijangkau oleh ambulans konvensional.

Putu menjelaskan, sejak diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2018, pengembangan AMMDes mencapai perkembangan yang luar biasa dan telah memasuki tahap produksi massal. Serta terbukti mampu memenuhi berbagai kebutuhan dan peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan.

"Selain dampak positif di bidang ekonomi, program AMMDes juga membuka peluang bagi pelaku industri dalam negeri untuk menguasai kemampuan bidang penelitian dan pengembangan serta rancang bangun, sekaligus memberikan efek berganda pada industri komponen," imbuhnya.

Hingga saat ini, tingkat kandungan komponen lokal AMMDes telah mencapai 75 persen dan melibatkan 70 industri komponen yang sebagian besar merupakan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM). Dengan kapasitas produksi 3.000 per tahun dan akan terus bertambah sesuai dengan permintaan pasar, AMMDes juga didorong untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor Timor Leste dan Papua Nugini serta untuk memenuhi kebutuhan sekitar 10.000 unit di 49 negara Afrika.

Putu menambahkan, sampai saat ini, Kemenperin telah berhasil mengembangkan beberapa bisnis model AMMDes bagi kegiatan usaha masyarakat, antara lain AMMDes untuk produksi air bersih dan air minum bagi penanganan bencana di Sulawesi Tengah, AMMDes untuk pengangkutan pisang di Lampung, serta AMMDes untuk kebutuhan penyosohan beras di Jawa Tengah.

"Jadi, berbagai aplikasi AMMDes yang sudah dikembangkan, di antaranya untuk penjernih dan air minum, ambulance feeder, penyosoh beras, pompa irigasi, generator listrik, pembuat ice flake, pengolah kopi dan pascapanen pisang," sebutnya.

Presiden Direktur PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) Reiza Treistanto menyampaikan, AMMDes mempunyai model dasar yang dilengkapi dengan flat deck dan fitur power take off (PTO).

Mesin diesel yang digunakan pada model ini telah mengalami penyesuaian untuk mendapatkan performa yang lebih baik di medan off road dan berbukit, jelasnya. Model ini juga mengaplikasikan sistem penggerak tunggal yang dirancang dengan kecepatan maksimal 30 km per jam dan kapasitas silinder sebesar 650 cc atau setara dengan 14 HP.

Reiza mengemukakan, pihaknya bertekad untuk terus mendorong pengembangan teknologi AMMDes agar dapat bermanfaat secara inklusif dan berkelanjutan. "Tujuan utamanya adalah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. AMMDes itu sebagai alat mobilitas yang multifungsi. Jadi, satu alat, beragam manfaat," tandasnya.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyampaikan angka kematian ibu hamil di Lebak menempati peringkat keempat di Provinsi Banten. Sementara angka kematian bayi, menempati peringkat kedua di Provinsi dengan luas 9.662,92 km2 tersebut. Dengan adanya AMMDes pengumpan ambulans, diharapkan dapat membantu dalam penanganan kesehatan ibu hamil.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, di mana Kabupaten Lebak menjadi pilot project terkait dengan ambulance feeder dari AMMDes. Kami harapkan adanya alat bantu ini untuk memudahkan atau meminimalisir kematian ibu dan anak yang tentunya menjadi persoalan bagi kita semua," ujar Iti.

Baca juga:
Temui Menko Luhut, CEO Grab Lapor Mau Buat Industri Mobil Listrik di Indonesia
Rizal Ramli Kritik Janji Jokowi soal Impor dan Mobil Esemka
Deretan mobil buatan mahasiswa Indonesia yang diakui dunia
Menperin Airlangga: Perpres mobil listrik terbit akhir 2019
Ma'ruf Amin soal mobil Esemka: Bisa diundur atau dibatalkan tergantung pabrikannya
Cara Sandiaga hadirkan mobil Esemka jika menang Pilpres 2019
Sandiaga Uno akan jadi pembeli pertama mobil Esemka

(mdk/bim)