Bantu Pemulihan, Pemerintah Diminta Gelar Rapat di Hotel dan Restoran di Jakarta

Bantu Pemulihan, Pemerintah Diminta Gelar Rapat di Hotel dan Restoran di Jakarta
Ilustrasi hotel. ©2012 Shutterstock/Brian A Jackson
UANG | 17 Januari 2021 17:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta optimis industri hotel dan restoran di Jakarta akan bangkit, asalkan Pemerintah melaksanakan kegiatan pertemuan atau rapat di hotel dan restoran di Jakarta.

Ketua BPD PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantono, mengatakan hotel dan restoran merupakan sub-sektor yang paling terpuruk akibat pandemi dan diprediksi recovery atau pemulihan paling belakang dibanding sektor lain.

"Memperbaiki permintaan atas usaha kita yang saat ini sudah sangat-sangat jauh dari keadaan standar. Kami meminta kepada pemerintah baik pusat maupun daerah kalau melakukan kegiatan rapat-rapat pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebaiknya jangan di tempat-tempat lain," kata Sutrisno dalam konferensi pers rekomendasi Rakerda 2021, Minggu (17/1).

Lanjutnya, saat ini di Jakarta saat ini ada 991 hotel terdiri dari 397 hotel berbintang, 594 hotel non bintang, dan belasan bahkan puluhan ribu restoran yang terpuruk akibat pandemi covid-19.

Di mana tingkat okupansi rate-nya terus mengalami penurunan. Selama 5 tahun terakhir ini, dari sekitar 70 persen menjadi sekitar 56 persen, namun sekarang okupansi rate hotel dan restoran banyak yang di bawah 20 persen.

Oleh karena itu, selain meminta pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan pertemuan di hotel dan restoran di Jakarta. BPD PHRI DKI Jakarta juga mengusulkan agar pemerintah membuat program khusus agar turis baik asing maupun domestik bertahan beberapa hari di Jakarta.

"Sehingga mereka menginap di hotel kita, makan di restoran kita dan mengunjungi berbagai objek wisata," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Gerakan Kebangkitan...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami