Banyak Bencana, Pelaksanaan Posko Nasional ESDM Nataru 2019 Berjalan Baik

UANG | 8 Januari 2019 17:10 Reporter : Rizlia Khairun Nisa

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah selesai melaksanakan Posko Nasional Energi dan Sumberdaya Mineral untuk mengamankan penyediaan dan pendistribusian BBM, gas, listrik, dan antisipasi kebencanaan geologi di seluruh wilayah Indonesia selama pelaksanaan Natal 2018 dan Tahun Baru (Nataru) 2019.

Posko yang telah berlangsung dari mulai 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019 telah resmi berakhir. Adapun selama pelaksanaannya, menurut Komite BBM BPH Migas, Hendry Ahmad, banyak dinamika yang terjadi terutama karena terjadinya bencana di beberapa wilayah di Indonesia, namun semua bisa berjalan baik dan menjadi bahan monitoring dan tanggap bencana untuk ke depannya.

Jumpa Pers Posko Nasional ESDM Nataru 2019 2019 Merdeka.com

Secara umum, ia menyampaikan, untuk BBM dan LPG tidak mengalami kelangkaan, hanya saja memang mengalami keterlambatan pengiriman, khususnya jenis premium. Untuk coverage Day BBM per tanggal 7 Januari 2019 Jenis Premium 21 hari, Pertalite 22 hari, Pertamax/Akra 92 : 26 hari, Pertamax Turbo 77 hari, Solar/Akrasol 24 hari, Dexlite 27 hari, Pertamina DEX 29 hari, Avtur 30 hari, Kerosene 79 hari.

"Jadi kalau melihat angka ini ketahanan stok kita selama pelaksanaan posko itu cukup bagus, rata-rata di atas 21 hari yang menjadi patokan kita di pemerintah yang di bawah 21 hari hanya premium," ujar Hendry Ahmad dalam konferensi pers evaluasi dan penutupan posko Nasional ESDM Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Jakarta, Selasa (8/1).

Untuk LPG mengalami penurunan penyaluran ke pada rumah tangga sebesar 3,2 persen. Sedangkan bahan bakar gas dan jaringan gas bumi selama masa posko terbilang aman.

"Jadi LPG ini sengaja ditetapkan suatu standar pengiriman atau standar penyediaan yang sangat tinggi waktu stok kemarin waktu kita melaksanakan posko itu. Dan penyaluran kita ini tidak mengurangi dari pada kebutuhan masyarakat. Artinya masyarakat terpenuhi kebutuhannya tetapi dari target yang kita buat masih rendah daripada realisasi penyalurannya lebih rendah dari target yang kita buat yaitu sebesar 3,2 persen," lanjutnya.

Jumpa Pers Posko Nasional ESDM Nataru 2019 2019 Merdeka.com

Untuk sektor kelistrikkan nasional, secara umum berada pada kondisi aman, walaupun mengalami penurunan pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru dan ada gangguan sistem di wilayah Bima.

Untuk daerah terdampak bencana tsunami Selat Sunda, seperti di Banten sudah dapat teratasi dalam waktu 4 hari setelah kejadian dan listrik dipastikan siap untuk dialirkan ke rumah-rumah.

"Kemudian untuk sistem kelistrikan di Banten terkait dengan bencana tsunami di Selat Sunda jumlah gardu yang mengalami kerusakan sekitar 248 gardu. Gardu dan distribusi mengalami gangguan padam. Alhamdulillah bisa tangani dalam 4 hari. PLN di sini melibatkan sekitar 199 orang yang dilibatkan dari beberapa unit pln yang dikerahkan untuk mengatasi gangguan di Banten," kata perwakilan PT PLN, Adi Purwanto.

Selama posko berlangsung banyak sekali kejadian dan bencana yang telah terjadi, yaitu tsunami di Selat Sunda di mana memakan korban 431 orang. Kemudian adanya kenaikan dua status gunung api, yaitu Gunung Anak Krakatau dan Gunung Karangetang. Lalu juga tercatat telah terjadi sebanyak 97 kali kejadian gempa bumi, serta pergeseran tanah atau tanah longsor sebanyak 71 kali.

Baca juga:
ESDM Catat Program B20 Hemat Devisa Rp 28,4 Triliun di 2018
Menko Darmin: 4 Tahun Fokus Infrastruktur, Tahun 2019 Fokus Peningkatan Kualitas SDM
Kementerian ESDM Kaji Ubah Program B30 Jadi Green Fuel
Indonesia Bakar Batubara 115 Juta Ton Sepanjang 2018
Menteri Jonan Pantau Langsung Aktivitas Gunung Bromo: Tak Ada yang Mengkhawatirkan
Menteri Jonan: Kapasitas Listrik RI Bertambah 10.000 MW Sejak 2014

(mdk/hhw)