Banyak BUMN Mulai Sekarat Imbas Corona, Bantuan Modal Rp155 T Dinilai Tak Sehat

Banyak BUMN Mulai Sekarat Imbas Corona, Bantuan Modal Rp155 T Dinilai Tak Sehat
UANG | 1 Juni 2020 18:00 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Pemerintah berencana mengalokasikan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui BUMN sekitar Rp155,603 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari Penyertaan Modal Negara (PMN), percepatan pembayaran kompensasi dan penugasan, serta talangan modal kerja.

Anggota DPR fraksi Gerindra Kamrussamad mengatakan, dalam masa pandemi Virus Corona saat ini, tidak menutup kemungkinan akan banyak BUMN yang tidak mampu bertahan. Menurutnya, beberapa BUMN sudah mulai menunjukkan kinerja yang tidak memuaskan.

"2019 juga kita melihat kondisi BUMN ada yang tidak sehat dan sekarat. Sekarang ini yang sehat ini pun sudah menuju sekarat atau demam tinggi sebut lah Garuda Indonesia, Bulog, KAI dan beberapa bank yang terhimpun di Himbara," jelas Kamrus dalam diskusi online, Jakarta, Senin (1/6).

Maka dari itu, pemberian PMN bagi BUMN akan menimbulkan resiko keuangan yang besar bagi negara. Sebab, selama ini tanpa adanya pandemi Virus Corona pun banyak BUMN yang diberi PMN namun tetap merugi.

"Dalam situasi normal saja dialokasikan itu tetap outputnya tidak menunjukkan kinerja yang menggembirakan, apalagi dalam kondisi Covid sekarang mau beri PMN maka tentu resiko nya akan jauh lebih besar," ujarnya.

Dia mengatakan, pada 2018, Kementerian Keuangan mencatat sebanyak 12 BUMN merugi. Dari jumlah tersebut beberapa diantaranya telah mendapat PMN dari negara sebelum menjalankan seluruh aksi kerjanya.

"Data Kemenkeu ada 12 BUMN yang mengalami kerugian di 2018 dipaparkan 2019 dan sebagian BUMN tersebut juga mendapat PMN tetapi setelah dapat PMN tetap mengalami kerugian. Ini beberapa update yang kami sampaikan," jelas Kamrus.

1 dari 1 halaman

Pulihkan Ekonomi, BUMN Bakal Dapat Suntikan Modal Rp153,15 Triliun

bumn bakal dapat suntikan modal rp15315 triliun rev2

Kementerian Keuangan akan menyuntikan modal kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui penanaman modal negara (PMN). Suntikan modal ini diberikan kepada BUMN dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi virus korona (covid-19).

Kepala Badan Kebijakan FIskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, pemerintah setidaknya akan memberikan dana sekitar Rp153,15 triliun kepada BUMN. Langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 dalam rangka melaksanakan pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat Covid-19.

"Ada PMN, terutama fokus ke BUMN yang memang terkait covid-19 atau terdampak besar terhadap hajat hidup orang banyak," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu (16/5).

Dia menjelaskan total dukungan untuk BUMN dalam rangka PEN ini mencapai Rp153,15 triliun yang terdiri dari PMN sebesar Rp25,27 triliun, pembayaran kompensasi sebesar Rp95,23 triliun, dan talangan pemerintah atau investasi dalam bentuk modal kerja sebesar Rp32,65 triliun.

Selain itu, ada juga dukungan dalam bentuk lain seperti optimalisasi BUMN, pelunasan tagihan, loss limit penjaminan, penundaan dividen, penjaminan pemerintah, pembayaran talangan tanah proyek strategis nasional (PSN).

Adapun PMN nantinya diberikan kepada PLN sebesar Rp5 triliun, Hutama Karya Rp11 triliun, Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Rp6,27 triliun, PNM Rp2,5 triliun, ITDC Rp500 miliar. Sedangkan kompensasi diberikan kepada Pertamina Rp48,25 triliun, PLN 45,42 triliun, dan Bulog Rp560 triliun.

Kemudian investasi modal usaha diperuntukan bagi Garuda Indonesia Rp8,5 triliun, Perumnas Rp650 miliar, KAI Rp3,5 triliun, PTPN Rp4 triliun, Bulog Rp13 triliun, dan Krakatau Steel Rp3 triliun.

"Prinsip yang kita pegang untuk pemulihan ekonomi nasional adalah asas keadilan sosial dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, dukung pengusaha terdampak, lalu prudent, transparan, harus cepat, adil, akuntabel dan sesuai ketentuan," jelasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Per 1 Juni, KAI Tolak Angkut 1.149 Calon Penumpang Kereta Luar Biasa
Pemerintah Gandeng BUMN Serap Ikan Tangkapan Nelayan dan Budidaya
672 Ton Daging Kerbau Impor Sudah Masuk Indonesia
PT Bahana Siapkan Protokol Kesehatan dan Skema Kenormalan Baru
Operasional Kereta Luar Biasa Diperpanjang Hingga 7 Juni 2020
Kembangkan Program Warung Tetangga, Kemenkop UKM Gandeng BUMN Pangan
Pemerintah Minta PT Garam Modernisasi Proses Produksi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5