Banyak Keluhan soal Tarif Baru Ojek Online, Kemenhub Akan Lakukan Evaluasi

UANG » MAKASSAR | 6 Mei 2019 16:42 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menerima tekanan dari berbagai pihak mengenai pemberlakuan tarif ojek online (ojol). Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 Tahun 2019, sejak 1 Mei 2019 tarif resmi ojek online resmi diberlakukan.

Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani mengatakan, dari hasil kajian bersama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memang banyak pihak merasa keberatan dengan pemberlakuan tarif tersebut. Padahal, kebijakan itu dibuat agar kesejahteraan para driver meningkat.

"Sementara memang diinformasikan tarifnya terlalu mahal yang sudah kita tetapkan. Kemudian, di sisi lain, setelah terjadi ribut-ribut banyak, berdampak juga kepada teman-teman driver. Dari sisi driver sudah ada kenaikan pas tanggal 1, walaupun tuntutan mereka lebih baik. Artinya dengan harga seperti itu mereka menganggap layak," katanya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (6/6).

Kemudian, tekanan lain datang dari masyarakat. Dari hasil evaluasi sejak ditetapkan tarif batas atas dan bawah, para pengguna jasa ojek online justru keberatan. Dari laporan yang diterima pihaknya, masyarakat keberatan dengan tarif tersebut karena jauh lebih mahal dari pada biasanya.

"Kedua, masalahnya timbul dari sisi penumpang. Dari sisi penumpang juga ada beberapa, dari medsos, dari saya juga dapat informasi, dari lembaga konsumen ada yang mengatakan tarifnya naiknya gila-gilaan," katanya.

Sebagai tindak lanjut dari beberapa laporan yang masuk, Kementerian Perhubungan sendiri akan melakukan evaluasi. Salah satunya dengan melakukan pengamatan di sejumlah 5 titik kota besar seperti di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar.

Tujuan pengamatan tersebut untuk mencari tahu bagaimana persepsi masyarakat sesungguhnya terhadap kenaikan tarif ini. Pihaknya juga akan menggandeng sejumlah lembaga independen untuk melakukan pengamatan.

"Artinya saya mengevaluasinya harus dengan data riil, walaupun itu sampel, kami akan melakukan sampai kurang lebih 10 hari. Akan melakukan pengamatan itu. Baik dari sisi driver, kemudian sisi masyarakat, dan yang terakhir dari kepatuhan terhadap aturan itu dari aplikator. Jadi ini sedang kita lakukan, tunggu hasilnya," jelas dia.

Dia menambahkan jika hasil evaluasi selama 10 hari telah usai dilakukan dan didapatkan berbagai data di lapangan maka pihaknya akan kembali mendiskusikan bersama seluruh stakeholder. "Jadi hipotesanya dua, apakah tetap (tarifnya) atau turun," pungkasnya.

Baca juga:
Berkas Tersangka Anak Pembunuhan Ojek Online Diterima Kejari Tangsel
Soal Isu Penurunan Tarif, Go-Jek Klaim Hanya Berlakukan Diskon
YLKI: Kenaikan Tarif Ojek Online Harus Diikuti Peningkatan Keselamatan
Tarif Baru Ojek Online Berlaku, Menhub Budi Akan Survei Kepuasan Masyarakat
Dikeluhkan Masyarakat, Tarif Ojek Online Bakal Dievaluasi Menhub Budi

(mdk/idr)