Banyak PHK Karyawan, Klaim JHT Diperkirakan Melonjak Pasca Lebaran

Banyak PHK Karyawan, Klaim JHT Diperkirakan Melonjak Pasca Lebaran
UANG | 20 Mei 2020 18:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Pelayanan Badan Penjamin Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Krishna Syarif mengatakan, seluruh Cabang BP Jamsostek sudah siap menghadapi lonjakan klaim jaminan hari tua (JHT) akibat banyaknya tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pandemi corona.

"Kita harus pahami regulasi menyatakan bahwa kalim JHT baru dilakukan 1 bulan setelah adanya pemutusan kerja. Kalau kita lihat datanya di April dan Mei belum memperlihatkan perubahan yang signifikan, sekarang kita mengantisipasi lonjakan terjadinya PHK-PHK terhadap klaim JHT itu ditiap wilayah," kata Krishna dalam konferensi pers terobosan pelayanan BPJamsostek Menghadapi Gelombang PHK , Rabu (20/5).

Meski demikian, dia mencatat saat ini belum terlihat peningkatan klaim JHT. "Kita melihat selama periode dari Januari sampai dengan 19 Mei ini dampak daripada klaim JHT ditiap cabang, kita belum memperlihatkan peningkatan yang signifikan yang seperti kita pikirkan semula," imbuhnya.

Selain itu, jumlah klaim tahun ini masih lebih rendah jika dibandinkan jumlah klaim di 2019. "Angka tahun lalu masih jauh lebih besar kalau dilihat posisi akhir Mei 2019 diangka 900 ribu klaim, sampai posisi 19 mei 2020 posisinya masih di angka 800 ribuan klaim," ujarnya.

Deputi Direktur Bidang Humas dan antar lembaga BPJamsostek, Irvansyah Utoh Banja, memperkirakan, peningkatan klaim JHT akan terjadi setelah Lebaran. "Kita sekarang mengantisipasi tersebut, mungkin setelah nanti lebaran atau sebulan setelah terjadinya PHK, orang baru bisa berondong-bondong menyampaikan permohonan pengambilan JHT-nya," jelas Irvansyah.

1 dari 1 halaman

Permudah Pencairan Klaim JHT

Krishna menyatakan pihaknya terus melakukan evaluasi untuk melahirkan inovasi agar Lapak Asik menjadi lebih baik lagi. "BPJamsostek juga telah melakukan simplifikasi prosedur Lapak Asik. Bentuk simplifikasi tersebut antara lain, verifikasi dengan videocall hanya dilakukan pada peserta yang datanya masih sangat diragukan," ujarnya.

Selain itu dalam upaya meningkatan kapasitas pelayanan di setiap Kantor Cabang, BPJamsostek telah menambah jumlah personel yang bertugas melakukan verifikasi berkas peserta, termasuk memobilisasi dari unit kerja non-pelayanan.

Krishna pun menjamin bahwa seluruh penyempurnaan proses Lapak Asik tersebut tetap mengedepankan kehati-hatian, keamanan data peserta, dan prinsip-prinsip good governance. BPJamsostek juga telah menyediakan fasilitas "Lapak Asik offline" di setiap kantor cabangnya, bagi peserta yang mengalami kesulitan mengakses Lapak Asik secara online.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
BPJamsostek Permudah Pencairan Klaim JHT yang Melonjak Akibat PHK Imbas Corona
Rincian Pemangkasan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Agar Perusahaan Bisa Bayar THR
Pemerintah Pangkas Iuran Jamsostek 90 Persen Bantu Pengusaha Bayar THR Karyawan
400.000 Korban PHK Peserta BPJamsotek Bakal Terima BLT
Usai Pajak, Pemerintah Kaji Pembebasan Potongan BPJS di Gaji Pegawai
Pekerja Informal di Jawa Barat Masih Sedikit Tersentuh BPJamsostek

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami