Banyaknya Sumber Pendanaan Bikin Tren Bisnis Gadai Stagnan

UANG | 23 September 2019 11:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto menyatakan, pertumbuhan tren bisnis gadai cenderung stagnan saat ini, di mana kenaikan hanya berkisar antara 1-2 persen setiap tahunnya. Ini disebabkan semakin banyaknya pilihan pendanaan di masyarakat.

"Itulah makanya kita harus terus berinovasi, kalau tidak berinovasi kita akan turun-turun terus tuh kinerjanya," tuturnya di Jakarta, Senin (23/9).

Menurutnya, perusahaan tak boleh hanya mengandalkan produk gadai saja merespon perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan demikian, inovasi perlu dilakukan guna mengatrol arah perkembangan kinerja perseroan ke depannya. Misalnya dengan mentransformasi budaya untuk menyasar pangsa Gen-Z melalui pasar digital dan IT.

"Gadai sangat relatif stagnan, makanya mulai tahun 2015 kita melakukan transformasi, salah satunya lima strategi. Cek produk gadai akan kita tetap pertahankan dan tingkatkan volumenya tapi mungkin secara komposisi akan turun tapi secara outstanding akan dorong," ujarnya.

"Jadi produk gadai kita akan kembangkan ke banyak produk salah satunya kalau sekarang kebanyakan emas pegadaian sekarang akan kembangkan salah satunya saham," lanjut dia.

Sebagai informasi, tren tertinggi pertumbuhan bisnis Gadai terjadi pada kuartal-III 2016 sebesar 4,5 persen. Sedangkan terendah terjadi di kuartal-III 2015 yang minus sampai 3,1 persen.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Apresiasi Nasabah, Pegadaian Kembali Gelar Badai Emas dengan Hadiah Lebih Menggelegar
Pelni dan Pegadaian Rayakan Kemerdekaan RI di Namlea
Keseruan Puncak Badai Emas Pegadaian 2019, Banyak Hadiahnya
Harga Emas Naik Tajam, Pegadaian Nilai Akibat Gejolak Pasar Global
Hingga Semester I-2019, Deposit Emas Pegadaian Capai 3,1 Ton
Pegadaian dan 7 BUMN Sinergi Kembangkan Pemasaran Produk Bersama

(mdk/azz)