Bareskrim Catat 1.617 Kasus Penipuan Online di 2019, Terbanyak di Instagram

Bareskrim Catat 1.617 Kasus Penipuan Online di 2019, Terbanyak di Instagram
UANG | 29 September 2020 13:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim mencatat 1.617 kasus penipuan online sepanjang 2019. Di mana sebanyak 534 kasus terjadi di Instagram, 413 di Whatsapp, dan sisanya 304 kasus terjadi di Facebook.

Untuk itu, VP Marketing Lazada Indonesia, Sawitri Hertoto mengimbau agar konsumen berhati-hati jika ingin melakukan transaksi. Dia menyarankan agar transaksi sebaiknya dilakukan melalui platform resmi untuk memitigasi risiko scam atau penipuan.

Kemudian, cara yang kerap digunakan penipu untuk melancarkan aksinya. Yakni melalui penawaran menggiurkan atas nama platform terpercaya. Umumnya, penawaran ini dikirim melalui pesan singkat (Short Message Service/SMS) disertai tautan. Masyarakat diimbau tidak sembarangan membuka tautan tersebut.

"Itu jangan di-klik. Nanti kalau diklik, terus dia minta nama, minta alamat email, minta password. Itu nanti mereka bisa pakai untuk berbagai macam hal. Data pribadi simpan, jangan dibagikan," kata Sawitri, Selasa (29/9).

Selain itu, Sawitri juga mengimbau penggunaan kata sandi agar dipilih yang unik. Bahkan, lebih baik gunakan kata sandi yang berbeda untuk tiap platform, dan menggantinya secara berkala. "Jangan pernah berikan data akun dan kata sandi, termasuk OTP ke siapapun secara online atau telepon," imbuhnya.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Gadaikan Sertifikat Tanah yang Sudah Dijual, Warga Karanganyar Dipolisikan
Polisi Minta Warga Lapor Jika Menjadi Korban Penipuan Tenaga Medis di Bandara
Jangan Mudah Jatuh Cinta di Dunia Maya
Teperdaya Cinta Dunia Maya
Pemuda Ini Jadi Korban Penipuan Modus Debt Collector Gadungan di Jaksel
Tergiur Ponsel Promo, Wanita Asal Palembang Tertipu Rp 8 Juta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami