Batal Gandeng Microsoft, TikTok Pilih Oracle Jadi Partner Kerjasama di AS

Batal Gandeng Microsoft, TikTok Pilih Oracle Jadi Partner Kerjasama di AS
Ilustrasi TikTok. ©Reuters
EKONOMI | 15 September 2020 06:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Aplikasi video pendek gubahan ByteDance, TikTok, telah memilih Oracle untuk menjadi mitra teknologi TikTok di Amerika Serikat. Oleh karena itu, Oracle dikabarkan akan mengambil saham yang signifikan dalam bisnis tersebut. Hal ini mengartikan bahwa ByteDance telah menutup kesempatan menjual asetnya pada Microsoft.

Pemerintahan Amerika memang telah memberlakukan batas waktu sampai 20 September untuk ByteDance agar bisa mengumumkan rencana penjualan TikTok dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat atau penggunaan aplikasi ini akan dilarang pada 29 September, sehingga kesepakatan harus dilakukan pada 12 November.

"ByteDance memberi tahu kami hari Minggu ini bahwa mereka tidak akan menjual operasi TikTok AS ke Microsoft," kata pihak Microsoft, dilansir CNBC.

Menanggapi hal ini, TikTok maupun representasi dari Oracle enggan untuk memberi komentar lebih banyak. Microsoft memang memulai tawaran kerjasama dengan TikTok pada 2 Agustus. Saat itu, mereka sedang dalam pembicaraan untuk membeli TikTok di AS, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Beberapa minggu kemudian, Walmart juga memantapkan diri untuk berpartisipasi lewat kerjasama dengan Microsoft. Melalui kerjasama ini, TikTok diharapkan dapat melewati proses regulasi tegas dari pemerintah.

Namun, Microsoft tidak berhasil memincut hati perusahaan TikTok. Kegagalan Microsoft untuk membeli TikTok merupakan kerugian simbolis bagi CEO Microsoft, Satya Nadella. Pasalnya, Microsoft juga sudah pernah ditolak oleh Yahoo pada 2008, bahkan setelah menaikkan nominal jumlah belinya.

TikTok menghasilkan pendapatan melalui iklan yang ditampilkannya kepada orang-orang yang menelusuri video yang ditampilkan di aplikasi. Berbeda dengan Microsoft yang memiliki bisnis periklanan sendiri, termasuk mesin pencari Bing.

2 dari 2 halaman
batal gandeng microsoft, tiktok pilih oracle jadi partner kerjasama di as

Sejalan dengan Microsoft, Oracle menawarkan infrastruktur cloud, yang dapat diandalkan TikTok saat bekerja di Amerika Serikat. Meskipun Oracle tidak termasuk dalam lima penyedia infrastruktur cloud teratas berdasarkan pendapatan pada tahun 2019, sementara Microsoft berada di peringkat ke-2.

"Oracle menempati posisi unik di pasar cloud," kata Larry Ellison, co-founder, chairman dan chief technology officer Oracle pada CNBC.

Namun demikian, Oracle memiliki hubungan penting dengan administrasi pemerintahan Trump. CEO Oracle, Safra Catz adalah anggota tim transisi Presiden Trump, dan founder Oracle, Larry Ellison menyelenggarakan acara penggalangan dana dalam rangka kampanye pemilihan Trump di salah satu rumahnya di California awal tahun ini.

Sementara itu, menurut laporan dari Reuters, Walmart mengatakan masih tertarik dengan investasi TikTok dan hendak melanjutkan diskusi dengan pimpinan ByteDance.

Reporter Magang: Theniarti Ailin (mdk/azz)

Baca juga:
TikTok Batal Dibeli Microsoft
Mengenal Lebih Dekat Janda Cantik yang Tak Cari Pria Cakep dan Kaya, Ini Potretnya
China Pilih Tutup TikTok dari pada Jual ke Perusahaan Amerika Serikat
Pikir-pikir TikTok Agar Tak Jual Seluruh Lini Bisnis di AS
Peredaran Video Viral Bunuh Diri Dihapus TikTok
Viral Video Bocah Kembar Joget TikTok, Ini 7 Potret Kompak Twins Maira dan Naura

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami