Bawang Merah dan Ayam Ras Sumbang Inflasi di November jadi 0,14 Persen

UANG » MALANG | 2 Desember 2019 11:42 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebut bahwa pada November 2019 terjadi in?asi sebesar 0,14 persen. Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), 57 kota mengalami in?asi dan 25 kota mengalami de?asi.

"Inflasi November sebesar 0,14 persen. Penyebab utama, kenaikan harga bawang merah, tomat sayur dan daging, ayam ras. Penghambat inflasi turunnya harga cabai merah, ikan segar, cabai rawit dan tarif angkutan udara," ujarnya di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/11).

In?asi tertinggi terjadi di Manado sebesar 3,30 persen dengan IHK sebesar 140,99 dan terendah terjadi di Malang sebesar 0,01 persen. Sementara itu, de?asi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,06 persen dan terendah terjadi di Batam dan Denpasar masing-masing sebesar 0,01 persen.

In?asi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,37 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,25 persen.

"Lalu kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,12 persen, kelompok sandang sebesar 0,03 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen," jelas Suhariyanto.

1 dari 1 halaman

Kelompok Pengeluaran Alami Penurunan Indeks

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-November) 2019 sebesar 2,37 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 3,00 persen.Komponen inti pada November 2019 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen.

Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (JanuariNovember) 2019 sebesar 2,91 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 3,08 persen. (mdk/idr)

Baca juga:
Survei BI: Inflasi di Minggu Ketiga November Capai 0,18 Persen
Bank Indonesia: Air Minum Kemasan Sumbang Inflasi di Minggu Pertama November
Pemerintah Kaji Penurunan Suku Bunga Kredit Usaha Rakyat
Inflasi Oktober 2019 Tak Sesuai Ekspektasi, IHSG Bakal Tertekan
BI Beberkan Penyumbang Inflasi Oktober 2019

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.