Beda dengan Kereta & Kapal, Ini Skema Refund Tiket Pesawat di Aturan Larangan Mudik

Beda dengan Kereta & Kapal, Ini Skema Refund Tiket Pesawat di Aturan Larangan Mudik
Arus mudik di Bandara Soekarno Hatta. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
EKONOMI | 24 April 2020 10:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan melarang mudik Lebaran 2020, di mana membuat seluruh transportasi umum dan pribadi terbatas beroperasi, yang diatur melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Dalam Peraturan tersebut, ada yang berbeda-beda terkait pengembalian tiket setiap modal transportasi. Untuk angkutan darat, terutama Pasal 4, biaya tiket diminta dikembalikan secara penuh.

"Penyelenggara sarana transportasi darat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 wajib mengembalikan biaya tiket secara penuh atau 100 persen kepada calon penumpang yang telah membeli tiket untuk perjalanan pada tanggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1," demikian bunyi Pasal 4, sebagaimana dikutip dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020, Jumat (24/3).

Untuk transportasi laut, terkait pengembalian biaya tiket, juga sama seperti darat, yakni dikembalikan secara penuh, yang diatur dalam Pasal 16. "Badan usaha transportasi laut wajib mengembalikan biaya tiket secara penuh atau 100 persen kepada calon penumpang yang telah membeli tiket yang untuk perjalanan pada tanggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1," demikian bunyi kutipannya.

Sedangkan untuk pengembalian biaya tiket transportasi udara, diatur dalam Pasal 24, namun dengan banyak cara. Tidak seperti angkutan darat dan laut.

Baca Selanjutnya: Berikut isi lengkap dari Pasal...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami